Ragam AgrariaPemkab Karawang dinilai tidak serius tangani tumpahan minyak mentah

Pemkab Karawang dinilai tidak serius tangani tumpahan minyak mentah

Karawang ((Feed)) – Sekelompok masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang tergabung Koalisi Masyarakat Sipil Karawang menilai pemerintah kabupaten setempat tidak serius dalam menangani tumpahan minyak mentah Pertamina di pesisir utara Karawang.

“Selama ini Pemkab Karawang hanya memperhatikan kompensasi bagi warga terdampak minyak mentah itu,” kata Yuda, juru bicara Koalisi Masyarakat Sipil Karawang, di Karawang, Sabtu.

Ia mengatakan, sejak terjadi peristiwa tumpahnya minyak mentah di pesisir utara Karawang, pemkab hanya fokus melakukan pendataan warga terdampak agar mendapatkan kompensasi dari Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ).

Dalam penanganan tumpahnya minyak mentah itu, keluar Surat Keputusan Bupati Karawang. Tapi surat keputusan tersebut hanya terkait dengan urusan kompensasi, bukan mengurusi masalah lingkungan.

Persoalan lain seperti dampak lingkungan nyaris tidak diperhatikan. Bahkan hingga kini tidak ada pendampingan dari pemkab dalam penanganan dampak lingkungan serta tidak ada pendampingan kepada masyarakat yang terdampak tumpahnya minyak mentah itu.

Baca juga  Owi/Winny juga langsung gagal di Korea Open 2019

Atas hal tersebut, sekelompok masyarakat Karawang ini menilai kalau pemkab telah lalai dalam menangani peristiwa tumpahnya minyak mentah milik PHE ONWJ.

Ia mengatakan, peristiwa tumpahnya minyak mentah itu terjadi sejak dua bulan terakhir.

Tapi hingga kini tidak ada pos kesehatan dari Dinas Kesehatan Karawang untuk memantau kesehatan masyarakat terdampak. Dinas Perikanan Karawang juga tidak turun mendampingi nelayan dan petani tambak.

Tanda kelalaian lainnya, kata dia, tidak tertanganinya kerusakan lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup Karawang. Termasuk tidak ada pendampingan Dinas Pariwisata kepada masyarakat yang bergantung hidupnya pada sektor wisata laut.

Menurut Yuda, tumpahnya minyak mentah di wilayah pesisir Karawang telah berdampak buruk dari segi ekologis dan sosial.

Pencemaran limbah minyak mentah, selain menimbulkan efek kerusakan lingkungan jangka panjang juga berdampak terhadap sosial masyarakat.

Baca juga  Kebakaran hutan berlanjut, KLHK sebut emisi GRK masih lebih rendah

Akibat peristiwa itu, nelayan harus lebih jauh melaut dan berkurangnya hasil tangkapan. Dua ekor lumba-lumba mati di dua lokasi berbeda di perairan utara Karawang.

Pencemaran limbah minyak mentah itu juga mengganggu ekosistem terumbu karang dan limbah minyak tersebut telah merusak 77.713 tanaman mangrove. 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...