Ragam AgrariaTekan pencemaran, warga Kutai cetak "paving block" dari sampah plastik

Tekan pencemaran, warga Kutai cetak "paving block" dari sampah plastik

Banyaknya limbah plastik yang tidak bisa didaur ulang

Tenggarong ((Feed)) – Warga Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang tergabung dalam komunitas pengelolaan sampah, berhasil meminimalisasi pencemaran tanah maupun air dengan cara membuat paving block berbahan dasar sampah plastik.

“Bahan dasarnya adalah limbah plastik dari berbagai jenis. Bisa kantong plastik, gelas, botol, jeriken, baskom, dan semua jenis barang rongsokan dari plastik. Pokoknya semua plastik yang sudah tidak terpakai, kotor tidak masalah,” ujar Yayuk Sehati, inisiator pembuat paving block, Sabtu.

Mereka yang membuat paving block ini berasal dari kelompok Bank Sampah Mandiri (BSM), Desa Sukamaju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bank sampah ini sudah lama terbentuk, sementara pembuatan paving block-nya dimulai pada Juni tahun ini.

Ide membuat paving block ini diawali dari banyaknya sampah plastik yang berhamburan di sejumlah lokasi, baik di pinggir jalan, sekitar rumah, bahkan hingga ke parit dan sungai, sehingga melalui pemanfaatan menjadi paving block yang tidak harus plastik bersih, maka bisa mengurangi beban tanah mengingat plastik bisa terurai secara alami membutuhkan waktu hingga ratusan tahun.

Baca juga  KLHK segera kaji lingkungan lahan ibu kota baru

“Banyaknya limbah plastik yang tidak bisa didaur ulang, seperti yang dihasilkan dari limbah rumah tangga dan limbah plastik yang tidak ada nilai jualnya, membuat saya berpikir bagaimana cara memanfaatkan agar memiliki nilai jual. Akhirnya saya buat kerajinan seperti lampion dan paving block,” ucap Yayuk yang juga Ketua BSM di desanya ini.

Paving blocks yang ia buat ada dua bentuk, yakni berbentuk segi enam dengan dimensi 10 cm x 19,5 cm, kemudian bentuk segi empat dengan dimensi 20 cm x 10 cm x 6 cm. paving block ini dijual dengan harga Rp10.000 per buah.

“Untuk saat ini sudah ada lima pemesanan dari lokasi terdekat, yakni dari Desa Loa Raya, Desa Kertabuana, Desa Bukit Pariaman, TK Mekar Sari di Desa Sukamaju, dan dari manajemen PT KPUC,” katanya.

Baca juga  Uni Eropa selidiki praktik pengumpulan data Google

Dalam sehari pihaknya bisa mencetak sekitar 50 buah paving block, banyak dan sedikit produk tergantung pada kesiapan bahan baku karena terkadang kehabisan limbah plastik dan lokasi pencarian limbah plastik juga jauh, mengingat yang paling dekat sudah habis.

Untuk itu, bagi siapapun yang merasa memiliki banyak limbah plastik dan tidak mau mencemari lingkungan dengan tidak membuang plastik sembarangan, pihaknya bersedia menampung karena pembuatan paving block ini niat utamanya adalah untuk menekan pencemaran.

Ia mengatakan bahwa untuk pembuatan paving block yang pihaknya lakukan menggunakan tungku baja nirkarat dengan bahan bakar kayu. Proses pembakaran plastik antara 15-30 menit, tergantung ketebalan plastik, kemudian dicampur dengan abu, sekam, pasir, dan kerikil, lantas dicetak dan didinginkan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...