Ragam AgrariaTim kesehatan bergerak tangani masyarakat terdampak asap

Tim kesehatan bergerak tangani masyarakat terdampak asap

Buruknya kualitas udara mengakibatkan banyak warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

Jakarta ((Feed)) – Tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi telah bergerak menangani gangguan kesehatan masyarakat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan dengan penyaluran logistik serta pengerahan tenaga medis

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Sabtu, logistik yang didistribusikan berupa masker, obat, dan tabung oksigen ke sejumlah wilayah terdampak asap karhutla.

Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan 1.269.320 masker, sementara dari Dinkes Provinsi Riau menyalurkan 644.450 masker, dan Dinkes Provinsi Sumatera Selatan mendistribusi 20 ribu masker untuk masing-masing daerahnya.

Di Kalimantan Tengah telah didistribusikan 544.000 masker, 10.450 masker N95, 1.000 vial ventolin nebu yaitu obat untuk penyakit pada saluran pernapasan, 500 ribu amoxilin, dan tiga tabung oksigen.

Baca juga  Soal kebakaran hutan, Candil: tidak bisa salahkan pemerintah

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg. Widyawati, MKM mengatakan mobilisasi SDM Kementerian Kesehatan juga telah dilakukan untuk mendampingi Dinas Kesehatan.

“BBTKL telah melakukan pengukuran kualitas udara di wilayah terdampak karhutla. Selain itu promosi kesehatan terus dilakukan melalui website dan media sosial, dan mobilisasi medis kegawatdaruratan,” katanya.

Buruknya kualitas udara di wilayah terdampak karhutla mengakibatkan banyak warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan data Kemenkes untuk Provinsi Riau, jumlah warga terserang ISPA terbanyak ada di Pekanbaru mencapai 9.512 orang. Sementara jumlah tertinggi penderita ISPA ada di Kota Jambi 64.147 orang dalam wilayah Provinsi Jambi.

Penderita ISPA di Sumatera Selatan tertinggi ada di Palembang mencapai 106.550 orang, dan di Kalimantan Tengah korban terbanyak di Palangkaraya mencapai 23.324 orang.

Tim Dinas Kesehatan telah menyiagakan Puskesmas 24 jam dan mendirikan pos kesehatan, mobilisasi tim kaji cepat, mendirikan rumah singgah, promosi kesehatan, dan distribusi logistik kesehatan termasuk pembagian masker.

Baca juga  Luas hutan terbakar di Sumbing 42 hektare

Kualitas udara di Riau mencapai level berbahaya. Data BMKG pada 13 September 2019 pukul 07.00 WIB tingkat kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 353 yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan.

Begitupun wilayah terdampak lain memiliki kualitas udara yang buruk, seperti Jambi berada di level tidak sehat dengan ISPU mencapai 239, Sumatera Selatan berada di Level sangat tidak sehat denan ISPU 287. Sementara Kalimantan Barat berada di level sedang dengan ISPU 129.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...