Ragam AgrariaCara merawat tas dan sepatu kulit

Cara merawat tas dan sepatu kulit

Jakarta ((Feed)) – Pengarah gaya Bimo Permadi mengatakan barang-barang fesyen berbahan dasar kulit baik tas maupun sepatu memerlukan perawatan khusus baik saat digunakan maupun saat disimpan.

“Salah satunya, tak boleh dicuci menggunakan air. Sebenaranya, semua sepatu jangan dicuci pakai air karena air kan gampang menyerap ke dalam dan itu bisa merusak. Sekarang kan sudah ada pembersih yang bentuknya penghapus atau foam. Pakai itu saja,” kata Bimo kepada (Feed) di Jakarta, Kamis (12/9).

Baik tas maupun sepatu berbahan kulit, menurut Bimo, sebaiknya dilapisi secara rutin dengan bahan pelindung anti-air.

“Biasanya ada di bag spa. Minta di-coating. Itu bentuknya seperti spray. Jadi kalau kotor, tinggal dilap saja. Perlindungan seperti itu bisa tahan dua sampai tiga bulan. Kalau mau yang lebih murah, pergi ke tempat reparasi sepatu dan tas. Beli semprotan pelindung. Paling harganya Rp50.000,” kata fashion stylist langganan selebritas seperti Luna Maya sampai Bunga Citra Lestari itu.

Baca juga  Napi Rutan Maninjau meringkuk di Mapolres Agam atas kasus narkotika

Selain itu, tas dan sepatu kulit sebaiknya tidak dipakai setiap hari karena bisa memperpendek umur barang-barang tersebut.

“Tas dan sepatu kulit itu seperti manusia, kalau sering dipakai akan gampang capek. Jadi, pakainya jangan setiap hari. Kasih waktu untuk istirahat. Apalagi sepatu kan kena keringat. Jadi, biar hilang dulu keringatnya. Setidaknya, selang satu hari baru pakai lagi,” kata Bimo yang mengatakan setidaknya ada tiga pasang sepatu dan tas supaya bisa dipakai bergantian dalam seminggu itu.

Saat menyimpan, baik tas maupun sepatu sebaiknya diberi isian (stuffing) agar bentuk tas dan sepatu tetap terjaga.

“Jangan pakai koran karena tinta bisa menempel di lapisan dalam tas. Untuk tas, simpan di dalam dust bag supaya enggak terkena debu. Kalau sepatu, taruh di boks dan beri silica gel agar tidak lembap,” kata Bimo yang menyarankan agar tas dan sepatu sering dibuka.

Baca juga  Pasar saham Australia berakhir lebih rendah terseret sektor energi

Bimo juga menyarankan agar menggunakan bag organizer saat menggunakan tas agar isi tas tidak berantakan dan kotor.

“Sebenarnya tergantung ukuran tas ya, kalau cukup ya pakai bag organizer. Intinya, supaya tidak kotor. Jadi setiap habis dipakai musti rajin bersihkan, lap, baru disimpan,” katanya.

Bimo selalu menganggarkan dana untuk perawatan tas karena semua koleksi yang dimilikinya adalah tas-tas edisi terbatas.

“Untuk budget, tergantung sayang atau enggak sih sama koleksinya. Kalau aku bisa seharga barangnya sendiri atau lebih mahal,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...