Ragam AgrariaKoki selebritas bukan cuma sekadar jago masak

Koki selebritas bukan cuma sekadar jago masak

Jakarta ((Feed)) – Kemampuan memasak dan menyajikan makanan lezat yang mengantarkan kesuksesan seorang koki bukan jaminan sebagai koki selebritas (celebrity chef) yang seringkali tampil di televisi.

Chef Yuda Bustara, di Jakarta, Jumat, mengatakan profesi celebrity chef adalah sebuah pekerjaan unik yang belum tentu bisa dijalani semua koki.

“Masak di depan kamera itu berbeda,” tutur Yuda.

Yuda menuturkan seorang koki bukan hanya perlu memperhatikan proses meracik bumbu atau menjaga agar hasilnya lezat saat memasak di hadapan lensa kamera. Celebrity chef juga perlu mengetahui hal teknis terkait dengan pengambilan gambar.

Yuda mencontohkan pengalaman pribadinya yang menghabiskan empat jam hanya untuk merekam video resep berdurasi lima menit untuk diunggah ke sebuah kanal pada YouTube.

“Banyak hal teknis yang dipikirkan, dari lampu, ada kesalahan ngomong, dan sebagainya,” kata Yuda.

Baca juga  Mendes PDTT Paparkan Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Desa di Forum TECHtalk Bali

Salah satu idolanya yang juga celebrity chef adalah Sisca Soewitomo. Yuda menilai Sisca sudah luwes memasak di depan kamera sejak 1990-an.

“Bu Sisca itu sudah pengalaman banget… Enggak semua orang bisa jadi celebrity chef,” ujar dia.

Kemampuan berbicara di hadapan publik juga harus dikuasai oleh seorang koki selebritas. Bagi Yuda, modal untuk tampil luwes dan berbicara di depan banyak orang diperolehnya ketika mengikuti ajang Abang None.

“Pengalaman public speaking saya dari Abang None,” katanya.

Yuda yang sering “wara-wiri” di televisi pun punya saluran sendiri di platform digital YouTube.

Prinsip yang diterapkan Yuda di dapur adalah memasak makanan sederhana yang mudah dipraktikkan penontonnya.

“Saya itu chef yang malas masak,” ujar Yuda berseloroh.

Dia juga pernah diajak bekerjasama dengan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk memasak makanan otentik Indonesia demi mempromosikan kuliner Nusantara.

Baca juga  Tujuh lagi lifter Rusia positif gunakan doping

Salah satu pengalaman yang paling dikenang Yuda adalah permintaan untuk menyajikan menu dengan bahan dasar yang belum tentu bisa ditemukan di semua tempat, misalnya jengkol dan terasi.

“Jadi, saya harus bawa sendiri dalam bagasi. Kadang, itulah kendalanya. Bagaimana cara membawa jengkol terasi lewat imigrasi,” kata Yuda.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...