Ragam AgrariaPeluang hujan kecil, Sumbar masih diselimuti kabut asap

Peluang hujan kecil, Sumbar masih diselimuti kabut asap

Beberapa wilayah di Sumbar diperkirakan hanya berpotensi hujan ringan selama tiga hari ke depan yakni di Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Agam dan beberapa daerah lainnya

Padang, ((Feed)) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Minangkabau memprakirakan peluang turunnya hujan di wilayah Sumatera Barat masih kecil dalam tiga hari ke depan sehingga kabut asap yang memperpendek jarak pandang diperkirakan masih akan menyelimuti wilayah Sumatera Barat.

“Beberapa wilayah di Sumbar diperkirakan hanya berpotensi hujan ringan selama tiga hari ke depan yakni di Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Agam dan beberapa daerah lainnya,” kata Kepala Seksi Obeservasi dan informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha di Padang, Jumat.

Selain itu, potensi kebakaran hutan hingga tiga hari ke depan dan perlu diwaspadai terjadi di wilayah Pasaman, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sawahlunto dan Solok Selatan.

Baca juga  "Peach", lagu IU untuk Sulli yang kembali populer

Saat ini jarak pandang di wilayah Padang hanya mencapai dua kilometer sampai empat kilometer akibat kabut asap. Yudha mengingatkan masyarakat bahwa kualitas udara semakin memburuk sehingga diajurkan untuk menggunakan masker apabila berada di luar ruangan untuk menghindari infeksi saluran pernafasan.

Ia juga mengatakan hingga saat ini terpantau sebanyak 764 titik panas di wilayah Sumatera dengan tingkat kepercayaan yang tinggi 81 sampai 100 persen.

“Sedangkan untuk wilayah Sumbar sendiri terdapat dua titik api yakni di Solok dan Dharmasraya,” ujar dia.

Ia juga mengatakan arah angin cenderung berhembus dari Tenggara ke Barat Laut dan penyebaran asap cenderung ke Barat Laut.

Diah Kurnia Sari (25), warga Kota Padang, berharap kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar khususnya di Kota Padang segera hilang, mengingat sangat berpengaruh pada kesehatan masyarakat. 

“Saya kira cuaca mendung tersebut pertanda akan terjadi hujan, ternyata kabut asap,” ujar Diah mengomentari kondisi kabut asap di Kota Padang. 

Baca juga  Kawasan konservasi Kalteng penting sebagai penopang kehidupan

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...