Ragam AgrariaKPBB: penerapan konsisten sistem ganjil-genap akan kurangi polusi

KPBB: penerapan konsisten sistem ganjil-genap akan kurangi polusi

Jakarta ((Feed)) – Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) meminta pemerintah konsisten menerapkan pembatasan kendaraan di jalan raya menggunakan sistem ganjil-genap untuk mengurangi polusi udara akibat gas buang kendaraan berbahan bakar minyak, terlepas dari pro dan kontra yang muncul dalam masyarakat mengenai penerapan kebijakan tersebut.

“Konsisten saja kalau memang kebijakan itu sudah diambil dalam rangka pengendalian pencemaran udara, karena secara logika itu akan bisa menurunkan pencemaran udara,” kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin kepada wartawan di sela Regional Workshop: Soot-free Urban Bus Fleet in Asia di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis.

Konsistensi penerapan kebijakan untuk mengurangi lalu lintas kendaraan di jalanan itu, ia melanjutkan, mesti diikuti dengan penegakan hukum secara konsisten.

“Hindari juga, jangan sampai kebijakan ganjil-genap dijalankan, law enforcement (penegakan hukum) dijalankan ‘memble’ (tidak tegas),” ujar Ahmad, menambahkan, polisi harus tegas menindak setiap pelanggar kebijakan.

Baca juga  Indra Sjafri fokus benahi pertahanan timnas U-22

Ia mengatakan bahwa penerapan sistem ganjil-genap juga mesti mencakup kendaraan beroda dua karena menurut hasil kajian KPBB sepeda motor merupakan penyumbang emisi tertinggi (44,53 persen) disusul bus (21 persen), dan kendaraan sedan pribadi (16 persen).

Ahmad yakin, pencemaran udara akan turun setelah penerapan sistem ganjil-genap secara konsisten. Ia mengatakan, pengukuran harus dilakukan untuk memantau kualitas udara dalam jangka paling tidak tiga bulan untuk mengetahui apakah penerapan kebijakan itu efektif untuk menurunkan pencemaran udara.

“Dalam tiga bulan yakin itu akan turun, bisa tinggi kalau 28-46 persen bisa turun pencemaran udara,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...