Ragam AgrariaTanggapi karhutla, mahasiswa Fisip Universitas Riau gelar demonstrasi

Tanggapi karhutla, mahasiswa Fisip Universitas Riau gelar demonstrasi

Ini aksi desakan agar Gubernur Riau segera menuntaskan kasus karhutla yang tidak kunjung selesai, kita sudah capai, sudah banyak warga yang  terkena penyakit ISPA, asma, iritasi kulit dan mata serta jantung

Kota Pekanbaru ((Feed)) – Sekurangnya 100 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Kamis,  terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini makin parah.

“Ini aksi desakan agar Gubernur Riau segera menuntaskan kasus karhutla yang tidak kunjung selesai, kita sudah capai, sudah banyak warga yang  terkena penyakit ISPA, asma, iritasi kulit dan mata serta jantung,” kata Annisa, perempuan mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Universitas Riau yang menjadi juru bicara dalam aksi itu.

Menurut dia aksi itu digelar berawal dari keresahan akibat permasalahan asap yang tidak kunjung selesai, serta menanggapi kasus 47 ribu masyarakat Riau yang sudah terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat karhutla.

Baca juga  Kasus karhutla, Polda Sumsel tangani 30 tersangka

Ia mengatakan, aksi digelar setelah berkonsolidasi dengan pimpinan kelembagaan Fisip, Badan Eksekutif Mahasiswa Fisip, serta Badan Legislatif Mahasiswa (BLM)  hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi tunggal.

“Kami langsung bergerak, setelah 10 September 2019 berkonsolidasi, 11 September 2019 menggelar mimbar bebas, dan 12 September 2019 beraksi, sebab jika menunggu aksi BEM Universitas Riau yang bakal digelar pada 17 September 2019 mungkin terlalu lama,” katanya.

Sebelumnya, BEM Universitas Riau memang sudah mencanangkan aksi “Karhutla Gerakan 17 September” 2019 yang dilatarbelakangi karena keberadaan Gubernur Riau kembali dari Thailand. Namun, kelembagaan Fisip menilai aksi itu justru terlalu lama.

“Kalau menunggu rencana BEM Unri pada 17 September itu lama, bisa jadi nanti asapnya sudah hilang, dan nanti lebih banyak korban, yang jelas bergerak dulu, dan aksi ini pun sudah mendapat dukungan dari kampus,” kata Annisa.

Sementara itu Bupati Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Riau Mus’ab Akhyar mengatakan fakultas memberi dukungan mulai dari menyediakan fasilitas dua unit bus mengangkut massa hingga satu mobil komando.

Baca juga  Kepala daerah se-Jambi bersatu berupaya atasi kebakaran hutan

“Dekan pun sudah mendukung hingga memberikan izin menggunakan fasilitas kampus,” ujar Mus’ab.

Dalam aksi tersebut dua mahasiswi jatuh pingsan akibat asap yang semakin tebal, dan kondisi aksi yang dipenuhi mahasiswa padat sehingga sesak sehingga mereka tidak kuat.

 Selain itu, juga ada lima mahasiswa yang sakit.

Menurut Khaisar, mahasiswa Administrasi Bisnis 2017, di antara yang jatuh sakit ketika mengikuti aksi, yakni Ila, mahasiswa jurusan Pariwisata 2017 dan Nur Rofifah, mahasiswa baru jurusan Ilmu Pemerintahan yang pingsan dan kejang hingga terpaksa dirujuk ke rumah sakit terdekat. Padahal sebelumnya korban tidak memiliki riwayat penyakit.

Mahasiswa dalam aksi tersebut menuntut untuk langsung bertemu dengan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution untuk membacakan serta membahas kondisi asap yang semakin membahayakan masyarakat Riau. 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...