Ragam AgrariaHarimau Sumatera diduga ikut terbakar saat kebakaran hutan

Harimau Sumatera diduga ikut terbakar saat kebakaran hutan

Terpantau titik panas (hotspot) ada di Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya, SM Dangku, SM Bentayan, SM Isau-Isau, SM Humai Basemah dan SM Padang Sugihan

Palembang ((Feed)) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan menduga habitat Harimau Sumatera ikut terbakar saat kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketua Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan, Kamis, mengatakan pihaknya menerima laporan jika tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melihat Harimau Sumatera berada di dekat kawasan konservasi.

“Sekitar empat hari lalu kami dapat laporan itu, saat ini kami sudah turunkan tim untuk mengeceknya,” ujar Genman.

Ia menduga harimau yang terlihat tim pemadam tersebut sedang menghindari lokasi kebakaran dengan mencari lokasi aman, memang menurut masyarakat harimau kerap terlihat di sana sehingga dimungkinkan wilayah tersebut merupakan habitatnya.

Baca juga  Kapolda Kalbar : 504.000 warga terdampak ISPA

Selain habitat Harimau Sumatera, habitat satwa liar lain di wilayah konservasi juga berada di sekitar lahan yang terimbas karhutla, setidaknya ia mencatat sebagian besar hamparan konservasi BKSDA Sumsel teridentifikasi memiliki titik panas.

“Terpantau titik panas (hotspot) ada di Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya, SM Dangku, SM Bentayan, SM Isau-Isau, SM Humai Basemah dan SM Padang Sugihan,” tambahnya.

 

Ketua Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan ((Feed)/Aziz Munajar/19)

Dari delapan hamparan konservasi yang dikelola BKSDA Sumsel, hanya TWA Punti Kayu Palembang tidak terdeteksi titik panas, sebaliknya SM Padang Sugihan di Kabupaten OKI menjadi wilayah konservasi dengan titik panas terbanyak.

Hal itu dikarenakan 60 persen SM Padang Sugihan merupakan lahan gambut yang rentan terbakar, namun titik api cenderung muncul di pinggiran wilayah konservasi sehingga belum mengganggu habitat Gajah Sumatera.

“Habitat gajah ada di tengah, jadi masih aman karena sampai saat ini kami belum menerima laporan konflik antara gajah dan manusia,” jelas Genman.

Baca juga  Pemerintah siapkan sejumlah antisipasi tangani Karhutla

Meskipun ada titik panas, kata dia, jumlahnya relatif kecil dan masih bisa dipadamkan dalam waktu cepat sebab BKSDA Sumsel sudah mendirikan posko reaksi cepat di wilayah konservasi.

“Posko itu dijaga 1 X 24 jam selama musim kemarau, jika ada kebakaran maka langsung dipadamkan saat itu juga,” kata Genman.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Lebih dari 500 Titik Lumpur Dibersihkan, Aktivitas Warga Berlangsung Normal

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai

Agraria.today | Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Agraria.today | Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...