Ragam AgrariaBMKG: seluruh wilayah Kalimantan Selatan diselimuti kabut asap

BMKG: seluruh wilayah Kalimantan Selatan diselimuti kabut asap

Banjarbaru ((Feed)) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin menyatakan jika seluruh wilayah Kalimantan Selatan telah diselimuti kabut asap.

“Cuaca dalam beberapa hari terakhir ini termasuk untuk Selasa besok, masih diwarnai kabut asap,” terang Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Bayu Kencana Putra di Banjarbaru, Senin.

Munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan itu terjadi pada pagi hari dan dini hari. Seluruh wilayah alias 13 kabupaten dan kota di Kalsel tak luput dari serangan udara tak sehat tersebut.

“Setelah pagi berasap, memasuki siang cerah dan asap menghilang. Kemudian malam hari cerah berawan namun ada sebagian wilayah masih diselimuti asap tipis. Memasuki dini hari baru asap kembali menebal,” jelas Bayu.

Dikatakan Bayu, untuk wilayah Kalsel akhir-akhir ini memang terpantau banyak titik panas dari pantauan satelit BMKG. Hal ini menyebabkan cuaca berasap pada malam hingga pagi hari. Ditambah lagi tidak turunnya hujan, menyebabkan semakin hari titik panas yang terpantau cukup banyak.

Baca juga  UI kampanye program cinta kampus komit jaga lingkungan

“Sering terjadinya kebakaran lahan ini karena kondisi suhu udara yang tinggi dan kelembaban rendah serta angin kencang yang sering terjadi belakangan ini. Sehingga jika ada wilayah yang terbakar sedikit, maka akan lebih mudah merambat ke wilayah sekitarnya,” paparnya.

Untuk itu, BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi terkait dengan selalu memberikan informasi titik panas maupun cuaca setiap harinya.

Pada Senin sore, BMKG juga mencatat ada 133 hotspot atau titik panas yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalsel kecuali Banjarmasin. Meski di ibukota provinsi Kalimantan Selatan itu tak ada lahan yang terbakar, namun “Kota Seribu Sungai” tak luput dari serangan asap kiriman dari wilayah lain.

Kota Banjarmasin nampak diselimuti kabut asap tipis akibat kebakaran lahan. (antara/foto/firman)

Sementara dari pantauan Antara sepanjang Senin siang hingga sore hari, helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan “water bombing” untuk memadamkan api di lahan gambut kawasan Jalan Lingkar Utara Tegal Arum dan Guntung Damar, Banjarbaru.

Baca juga  Muhammad Fadli juara Asia balap sepeda nomor Individual Pursuit

Diketahui kawasan tersebut terhampar cukup luas lahan kosong yang setiap tahun selalu terbakar. Bahkan, Badan Restorasi Gambut telah membuat sejumlah sumur bor sebagai sumber air. Namun faktanya tidak berfungsi maksimal seperti yang diharapkan.

Ironisnya, daerah ini menjadi penting dan strategis lantaran letaknya tak jauh dari Bandara Syamsudin Noor. Sehingga kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan dikhawatirkan dapat mengganggu penerbangan.

Untuk itulah, satgas gabungan karhutla baik itu satgas darat yang dikomando Polres Banjarbaru dan Kodim 1006/Martapura maupun satgas udara yang berkekuatan empat unit helikopter BNPB terus berupaya menanggulangi setiap api yang muncul agar tak membesar.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...