Ragam AgrariaBKSDA Babel lepasliarkan 1.020 burung colibri

BKSDA Babel lepasliarkan 1.020 burung colibri

burung colibri ini memiliki peran penting dalam menjaga keimbangan dan kelestarian tumbuh-tumbuhan

Pangkalpinang ((Feed)) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melepasliarkan 1.020 ekor burung colibri, guna menjaga kelestariannya dan keseimbangan alam.

“Kita berharap masyarakat tidak lagi menangkap dan menperjualbelikan colibri ini, guna menjaga kelestarian alam ini,” kata Kepala Resort BKSDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yusmono di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan sebanyak 1.020 ekor burung colibri yang dilepasliarkan ini merupakan hasil sitaan Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang di Pelabuhan Pangkalbalam pada Jumat malam.

“Burung colibri ini memiliki peran penting dalam menjaga keimbangan dan kelestarian tumbuh-tumbuhan,” ujarnya.

Menurut dia ada beberapa jenis tumbuhan yang perkembangbiakannya membutuhkan penyerbukan bunga. Dalam penyerbukan ini ada yang dibantu angin, manusia, hewan diantaranya burung.

Baca juga  Akurasi peta dinilai masih jadi hambatan restorasi gambut

“Burung-burung colibri ini ketika menyerap madu di bunga tumbuhan tersebut akan membawa benang sari dan hinggap di bunga tumbuhan lainnya, sehingga terjadilah perkawinan membuahkan putik dan buah,” katanya.

Ia menambahkan tanpa bantuan burung ini, maka serbuk sari dari bunga-bunga tumbuhan tersebut tidak akan menghasilkan buah.

“Kalau tidak ada burung ini untuk membawa serbuk sari ke bunga tumbuhan tersebut, maka tidak akan terjadi pembuahan dan tidak ada regenerasi dari jenis tumbuhan tersebut,” katanya.

Menurut dia maraknya penangkapan burung colibri dalam skala besar ini akan mempengaruhi pengembangbiakan jenis tumbuhan khas Bangka Belitung dan hasil tanaman buah-buahan masyarakat juga akan mengalami penurunan.

“Kemungkinan ada hasil buah-buahan lokal daerah ini berkurang, karena semakin berkurangnya burung colibri ini,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...