Ragam AgrariaBMKG Supadio: Jumlah titik panas di Kalbar terpantau 3.116 titik

BMKG Supadio: Jumlah titik panas di Kalbar terpantau 3.116 titik

Pontianak ((Feed)) – Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, terpantau sebanyak 3.116 titik panas atau titik panas di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat atau jauh meningkat dari hari sebelumnya 935 titik panas.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti dalam siaran persnya di Pontianak, menyatakan, terjadi peningkatan jumlah titik panas di Kalbar yang dipantau melalui hasil pengolahan data citra satelit Lapan mulai 5 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 6 September 2019 pukul 07.00 WIB, sebanyak 3.116 titik panas

“Jumlah hotspot terbanyak di Kabupaten Ketapang, yakni sebanyak 1.028 titik panas atau jauh meningkat dari sebelumnya sebanyak 452 titik panas,” katanya.

Kemudian disusul Kabupaten Sintang 719 titik panas; Kapuas Hulu 475 titik panas; Sanggau 253 titik panas; Kayong Utara 148 titik panas; Melawi 143 titik panas; Kubu Raya 87 titik panas; Bengkayang 53 titik panas; Landak 42 titik panas; Sambas 10 titik panas; Mempawah enam titik panas; Kota Singkawang dua titik panas; sementara di Kota Pontianak tidak ditemukan titik panas.

Baca juga  Platform Aduan ASN terima 77 aduan, paling banyak soal intoleransi

Sebelumnya Erika mengatakan, untuk seminggu ke depan, kalau ditinjau dari analisa parameter cuaca, kemudahan kebakaran hutan dan lahan di sebagian besar wilayah Kalbar masuk dalam kategori mudah dan sangat mudah.

Untuk itu, Erika mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang sifatnya membakar, karena bisa berdampak meluas hingga terjadinya kebakatan hutan dan lahan, karena cuaca yang panas dan kering tersebut.

Data Pemprov Kalbar, sejak Januari sampai dengan Juli 2019 luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia sebesar 135.479 hektare,  Kalimantan Barat menduduki posisi ke tujuh dengan luas kebakaran mencapai 3.315 hektare, setelah NTT sebanyak 71.712 hektare, Riau sebanyak 30.065 hektare, Kepulauan Riau sebanyak 4.970 hektare, Kalsel sebanyak 4.670 hektare, Kaltim sebanyak 4.430 hektare, dan Kalteng sebanyak 3.618 hektare.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan kabut asap cukup tebal menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya dampak dari Karhutla atau asap kiriman dari kabupaten lainnya.
 

Baca juga  Sudah 800 hektare lahan terbakar di Kotawaringin Timur

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...