Ragam AgrariaJarak pandang 10 meter, TNI kesulitan padamkan kebakaran Pulau Gelang

Jarak pandang 10 meter, TNI kesulitan padamkan kebakaran Pulau Gelang

Lokasi ini merupakan lahan masyarakat yang terbengkalai

Pekanbaru ((Feed)) – Puluhan personel TNI AD di Provinsi Riau mengalami kesulitan untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Pulau Gelang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akibat asap yang terlalu pekat dan jarak pandang hanya 10 meter.

“Saat ini cuaca panas terik, angin sangat kencang sehingga asap tebal dengan jarak pandang hanya 10 meter. Itu menyulitkan tim dalam pemadaman api,” kata Danramil 01 Rengat, Kapten Inf. Legimin ketika dihubungi dari Pekanbaru, Kamis.

Ia menjelaskan saat ini ada sebanyak 30 personel TNI yang membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulau Gelang. Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Mereka terdiri dari 13 personel yang diperbantukan dari Arhanudse 13 Pekanbaru dan 18 orang anggota Kodim 0302 Inhu.

Baca juga  Klasemen Liga Inggris usai Liverpool kehilangan poin di Old Trafford

Menurut dia, lokasi kebakaran merupakan lahan milik masyarakat. Titik api jauh dari permukiman dan tidak ada akses jalan, sehingga personel TNI harus menggunakan sampan menuju lokasi tersebut.

Personel TNI sudah lima hari terakhir melakukan pemadaman, namun api belum bisa dikendalikan karena banyaknya kendala di lapangan.

Legimin mengatakan luas lahan terbakar dalam lima hari mencapai 85 hektare.

“Lokasi ini merupakan lahan masyarakat yang terbengkalai. Luas yang terbakar sampai hari ini lebih kurang 85 hektare,” ujarnya.

Ia berharap bantuan dari Satgas Karhutla Riau untuk mengirimkan helikopter bantuan guna membantu pemadaman dari udara dengan menjatuhkan bom air (water bombing).

“Kami berharap ada bantuan (heli) water bombing,” ujar Legimin.

Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat sekitar tidak membuka lahan dengan membakar karena sekali lahan gambut terbakar sulit untuk memadamkannya.

Baca juga  Bareskrim KLHK kolaborasi selidiki karhutla di konsesi korporasi Riau

“Kami menghimbau kepada masyarakat di Inhu dan Riau pada umumnya, untuk tidak membakar lahan dalam keadaan bagaimanapun juga,” kata Legimin.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...