Ragam AgrariaKabut asap sudah menyelimuti Banjarbaru

Kabut asap sudah menyelimuti Banjarbaru

Tltenggorokan mulai tak enak dan mata juga perih

Banjarbaru ((Feed)) – Warga Kota Banjarbaru mulai merasakan udara tak sehat dengan terciumnya asap akibat terbakarnya lahan di sejumlah titik.

Seperti diutarakan Nurul Huda. Warga di Komplek Putra Manunggal RT 28, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru ini mengeluhkan sakit tenggorokan akibat menghirup asap.

“Tenggorokan mulai tak enak dan mata juga perih. Kabut asap sudah menyelimuti Banjarbaru,” katanya, Rabu.

Berdasarkan pantauan Antara sepanjang Rabu siang hingga malam hari, aroma asap dari karhutla memang sangat tercium. Meski kabut asap yang menyebar belum setebal dalam kondisi parah yang mengganggu jarak pandang, namun udara tak sehat yang masuk ke hidung akan langsung terasa sakit hingga ke tenggorokan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin pada Rabu siang mencatat 213 hotspot atau titik panas yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalsel kecuali Banjarmasin.

Baca juga  Kontingen Indonesia incar 45 emas di SEA Games 2019

Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Rizqi Nur Fitriani mengatakan, berdasarkan analisa parameter cuaca, lahan dan hutan di Kalsel tinggi potensi untuk terbakar.

“Angin kencang pada siang hari di wilayah Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru juga patut diwaspadai untuk memicu api yang membakar lahan semakin meluas,” jelasnya.

Bahkan, BMKG juga mengeluarkan prakiraan cuaca “asap” di pagi hari untuk hampir sebagian besar wilayah di Kalsel, kecuali Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Pantauan udara karhutla di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (antara/foto/firman)

Untuk kondisi cuaca umumnya cerah berawan, suhu udara berkisar antara 20 hingga 35 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar antara 40 hingga 98 persen.

Adapun angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar antara 5 sampai 40 kilometer per jam.

“Dalam beberapa hari terakhir ini memang tidak ada hujan hingga membuat tanah semakin kering dan udara terasa panas serta rendahnya kelembaban. Namun diprediksi, pada tanggal 6 hingga 9 September nanti
berpotensi hujan ringan lokal di sejumlah wilayah,” tandasnya.

Baca juga  Mobil Jenna Dewan dibobol rampok di siang bolong

Di sisi lain, upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan satgas gabungan di Kalsel. Selain satgas darat, helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga tiap hari melakukan “water bombing” untuk memadamkan api yang tak bisa dijangkau oleh petugas di jalur darat.

Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Isdiyono mengatakan, sinergitas antara satgas darat dan satgas udara memang dibutuhkan agar penanggulangan karhutla dapat berjalan maksimal.

“Alhamdulilah kawan-kawan terus semangat di lapangan memadamkan setiap titik api yang muncul agar tak sampai membesar. Apalagi sampai mengganggu penerbangan, itu yang kita cegah bersama,” pungkasnya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...