Ragam AgrariaPemkab Barito Timur bentuk tim patroli cegah karhutla

Pemkab Barito Timur bentuk tim patroli cegah karhutla

Tamiang Layang ((Feed)) – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, membentuk tim patroli terpadu kebakaran hutan dan lahan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana kabut asap di wilayah setempat.

Dibentuknya tim patroli terpadu karhutla 2019 sebagai upaya melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadinya kebakaran, kata Wakil Bupati Barito Timur (Bartim) Habib Said Abdul Saleh di Tamiang Layang, Rabu.

“Sejauh ini ada enam desa yang tersebar di enam kecamatan rawan terjadi kebakaran saat musim kemarau. Jadi, tim itulah nantinya bertugas memantau dan melakukan pencegahan serta penanganan,” tambahnya.

Adapun sumber dana tim tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) tahun anggaran 2019 sebesar Rp200 juta, dengan landasan Surat Keputusan Bupati Bartim Nomor 359 Tentang Penetapan Lokasi Patroli Karhutla di Kabupaten Barito Timur 2019.

Saleh mengatakan untuk fokus patroli tim tersebut di Kelurahan Taniran Kecamatan Banua Lima, Desa Siong Kecamatan Paju Epat dan Desa Kandris Kecamatan Karusen Janang, Desa Simpang Bingkuang Kecamatan Paku, Desa Bambulung Kecamatan Pematang karau, dan Desa Unsum Kecamatan Raren Batuah.

Baca juga  Tottenham Hotspur didera krisis, Toby Alderweireld besarkan hati

“Tentunya tim itu juga tetap memantau di wilayah terdekat. Bukan hanya di desa yang ditentukan itu. Posko yang nantinya dibuat berada di dekat desa sekitar,” beber dia.

Kegiatan patroli karhutla ini dilaksanakan tim yang terdiri dari anggota TNI dan Polri, Manggala Agni dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur yang didukung seluruh instansi terkait, masyarakat, pemuda dan relawan serta pihak swasta.

Sinergitas kinerja tim sangat diharapkan agar upaya dalam meminimalisir dan mencegah terjadinya karhutla dapat tercapai dengan maksimal sehingga Kabupaten Barito Timur yang kita cintai ini bebas dari bahaya asap dan karhutla.

Walaupun di Kabupaten Bartim sangat minim data titik api (hot spot) dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalteng, kinerja diharapkan tetap maksimal untuk menjaga dan mempertahankan daerah terhindar dan bebas dari karhutla.

Wakil Bupati Bartim itu mengaku telah meminta tim agar nantinya memperhatikan beberapa hal, yakni mengintensifkan upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan Iahan di wilayah kerjanya masing-masing dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan.

Baca juga  10 startup teratas Indonesia: Alodokter

“Tim juga perlu menghimbau kepada masyarakat, khususnya pemilik Iahan agar membersihkan dan memanfaatkan Iahan-lahan terlantar untuk usaha, serta tidak membakar Iahan secara sembarangan terutama pada musim kering atau kemarau saat,” kata Saleh.

Ia meminta tim pada masing-masing posko bertindak cepat merespon informasi yang diperoleh agar api tidak meluas yang akhirnya akan sulit untuk ditangani.

Dia pun berharap kepada tim untuk melakukan koordinasi dan berkolaborasi dengan perusahaan besar swasta (PBS) di wilayah kerjanya, khususnya yang bergerak di bidang perkebunan agar membantu serta berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Baik itu wilayah konsesi yang menjadi tanggung jawabnya maupun di desa-desa sekitarnya,” demikian Saleh.

Penegasan ini agar perusahaan besar swasta bidang perkebunan wajib memiliki tanggung jawab berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana pengendalian kebakaran serta melaksanakan pengendalian kebakaran Iahan sebagaimana Instruksi Presiden nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan dan pengendalian karhutla.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...