Ragam AgrariaAsap Karhutla bikin langit Pekanbaru kelabu

Asap Karhutla bikin langit Pekanbaru kelabu

Kecepatan angin lemah berkisar 10 sampai 15 kilometer per jam. Ini mempengaruhi asap terus menutupi Pekanbaru

Pekanbaru ((Feed)) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan, asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau masih terus menyelimuti Kota Pekanbaru dan membuat langit seperti mendung padahal tidak ada peluang hujan.

“Pengaruh asap, memang jadi agak kabur dan mendung karena partikel asap menutupi cahaya matahari,” kata Staf Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Nia Fadhila kepada (Feed) di Pekanbaru, Rabu.

Ia menyatakan pada hari ini Kota Pekanbaru tidak ada peluang hujan sama sekali, karena prakiraan cuaca menyatakan hingga pagi sampai siang seharusnya cerah berawan.

 Ia mengatakan asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari karhutla di Riau sendiri, yang terdapat titik panas seperti di Kabupaten Pelalawan. Angin berhembus dari arah tenggara ke barat daya dan kecepatannya rendah di bawah 30 kilometer per jam.

Baca juga  KPBB: Kendaraan operasional Pemprov DKI harus beralih ke BBG

 

“Kecepatan angin lemah berkisar 10 sampai 15 kilometer per jam. Ini juga mempengaruhi asap terus menutupi Pekanbaru,” ujarnya.

Meski begitu, ia menyatakan asap tidak terlalu parah menurunkan jarak pandang atau visibility di Pekanbaru.

Pantauan BMKG sejak pukul 07.00 WIB menunjukkan jarak pandang meningkat hingga di atas lima kilometer.

“Pekanbaru visibility cukup baik, berkisar antara 4,5-6 kilometer. Itu pantauan dari pukul 07.00 WIB pagi sampai saat ini masih asap,” katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra Aqua pada pukul 06.00 WIB menunjukkan ada 61 titik panas di Riau yang jadi indikasi awal Karhutla.

Daerah paling banyak titik panas di Kabupaten Pelalawan yang lokasinya di selatan Kota Pekanbaru dengan 32 titik.

Kemudian di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 24 titik, Indragiri Hilir (Inhil) 3 titik, dan Kepulauan Meranti ada dua titik panas.

Baca juga  Satwa liar masuk ke permukiman akibat terdesak kebakaran lahan

Dari jumlah tersebut, ada 53 yang dipastikan titik api. Lokasi paling banyak juga di Kabupaten Pelalawan ada 31 titik, Inhu 18 titik, serta Kepulauan Meranti dan Inhil masing-masing dua titik.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...