Ragam AgrariaGalang cinta budaya, ratusan orang menari Ketuk Tilu di Gedung Sate

Galang cinta budaya, ratusan orang menari Ketuk Tilu di Gedung Sate

Bandung ((Feed)) – Sekitar 700 perempuan berkebaya dari berbagai usia melakukan tarian Ketuk Tilu, sebagai salah satu kekayaan budaya Priangan di Jawa Barat guna menggalang rasa cinta budaya, di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung

Sebagai penyokong acara, salah satu pendiri komunitas Rumpun Indonesia, Marintan Sirait mengatakan, ia ingin agar seluruh unsur masyarakat hingga tingkat keluarga dapat mengembalikan nilai-nilai kearifan lokal keberagaman seni budaya sebagai pemersatu identitas persatuan bangsa Indonesia.

“Acara ini untuk menggalang kembali rasa cinta budaya, menghargai keberagaman, juga kita mengawal toleransi untuk Indonesia tercinta,” kata Marintan, Minggu.

Marintan menjelaskan, tarian Ketuk Tilu adalah cikal bakal dari tarian Jaipong yang merupakan warisan budaya nusantara. Maka dari itu, ia berharap tarian tersebut dapat mengembalikan lagi budaya yang terlupakan.

Sebelumnya, kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta doa dari perwakilan lintas agama. Kemudian, para peserta menarikan tarian Ketuk Tilu yang dipimpin oleh Ine Arini sebagai pelatih tari yang menjadi koreografer.

Baca juga  Tiger Woods incar Olimpiade Tokyo

Ketua INDONESIA.ID Eva Simanjuntak selaku penggagas acara mengatakan kegiatan tersebut adalah cerminan kegelisahan bersama di masyarakat untuk bahu-membahu melawan intoleransi demi menjaga Indonesia.

Selain itu, menurutnya seni tari dipilih sebagai strategi budaya yang berakar dari nilai-nilai kearifan lokal untuk menjaga tradisi dan menggerakan kesadaran untuk mencintai keberagaman sebagai DNA Indonesia.

“Dengan tarian bersama ini, diharapkan masyarakat luas khususnya Kota Bandung, menyadari kembali bahwa gerakan budaya adalah pemersatu perbedaan untuk menghargai keberagaman ekspresi dan menghargai toleransi di bumi Nusantara,” kata Eva.

Selanjutnya kegiatan tersebut, kata dia, akan berlanjut ke kota-kota besar lain hingga pada acara puncak pada 28 Oktober 2019 mendatang. Nantinya, di masing-masing kota akan melakukan tarian serentak sesuai dengan tarian khas daerahnya.

“Gerakan estafet menjaga keberagaman Indonesia dari Kota Bandung selanjutnya kita akan menantang Kota Medan, yang diharapkan dapat meluas dilaksanakan di setiap kota di Indonesia,” katanya.

Baca juga  GrabFood ajak masyarakat kurangi penggunaan plastik

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...