Ragam AgrariaGuguran lava keluar dari Gunung Merapi sejauh 700 meter

Guguran lava keluar dari Gunung Merapi sejauh 700 meter

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat 5 kali gempa guguran di gunung itu dengan amplitudo 4-8 mm selama 15.72 – 73.8 detik, 1 kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 6 mm selama 12.56 detik, 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 17 mm selam

Yogyakarta ((Feed)) – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan dua kali guguran lava pijar pada Sabtu dengan jarak luncur maksimum 500-700 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya, Sabtu (31/8), menyatakan guguran lava yang terpantau melalui CCTV pada periode pengamatan pukul 06:00-12:00 WIB meluncur ke arah hulu Kali Gendol.

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat 5 kali gempa guguran di gunung itu dengan amplitudo 4-8 mm selama 15.72 – 73.8 detik, 1 kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 6 mm selama 12.56 detik, 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 17 mm selama 8.24 detik.

Baca juga  KLHK segel 10 konsesi perusahaan diduga penyebab karhutla Riau

Selanjutnya, 1 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 50 mm selama 60.64 detik, 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm selama 59.8 detik.

Sementara itu, hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 30 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di gunung itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan tenggara. Suhu udara 22.5 – 29.3 derajat Celsius, kelembaban udara 19-60 persen, dan tekanan udara 628.3 – 708.5 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga  Kabut asap pekat meliputi Pontianak

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...