Ragam AgrariaPegiat konservasi di Raja Ampat lepas 400 lebih tukik ke laut

Pegiat konservasi di Raja Ampat lepas 400 lebih tukik ke laut

Sorong ((Feed)) – Pegiat konservasi penyu di Kampung Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, melepaskan 400 lebih tukik ke laut.

Ketua Kelompok Pegiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Yusuf Mayor di Waisai, Jumat, mengatakan bahwa tukik yang dilepas ke laut meliputi 30 anak penyu belimbing, 110 anak penyu sisik, dan 272 anak penyu hijau.

Tukik-tukik itu merupakan hasil penetasan telur penyu yang ditemukan di Pantai Warebar Yenbekaki.

Yusuf menjelaskan, pesisir Pantai Warebar merupakan salah satu daratan di wilayah Raja Ampat yang menjadi tempat penyu belimbing dewasa pada masa bertelur naik untuk meletakkan telur.

Pegiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki menjaga kawasan Pantai Warebar, tempat penyu bersarang, dalam upaya menjaga populasi penyu.

“Agar sarang penyu, terutama penyu belimbing yang merupakan penyu langka, terhindar dari serangan predator,” katanya.

Baca juga  Operasi water bombing Gunung Arjuno terkendala cuaca

Setelah telur penyu menetas, kelompok pegiat konservasi memeliharanya selama beberapa hari sebelum kemudian melepaskannya ke laut.

“Aktivitas ini sudah berjalan lama,” kata Yusuf.

Ia menambahkan bahwa pegiat konservasi penyu Yenbekaki mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga-lembaga konservasi dalam menjaga populasi penyu di wilayahnya.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...