Ragam AgrariaJaga populasi di Hutan Kamojang, dua elang dilepasliarkan

Jaga populasi di Hutan Kamojang, dua elang dilepasliarkan

Dua elang ini sudah sepasang, kita lepasliarkan di sini karena habitatnya, mudah-mudahan bisa berkembang biak

Garut ((Feed)) – Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) kembali melepasliarkan dua ekor burung elang ular (Spilornis cheela) di habitat elang kawasan Hutan Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis, sebagai upaya menjaga kelestarian populasi satwa burung itu.

Manajer Operasional Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Zaini Rakhman mengatakan, dua elang ular itu merupakan sepasang yang memiliki nama untuk elang jantan yakni Dimon berusia 11 tahun dan elang betina Arni usia delapan tahun yang selama ini sudah menjalani rehabilitasi di PKEK.

“Dua elang ini sudah sepasang, kita lepasliarkan di sini karena habitatnya, mudah-mudahan bisa berkembang biak di sini,” katanya.

Ia menjelaskan dua elang itu sebelumnya dipelihara warga seperti elang Dimon dari Sukabumi, dan elang bernama Arni dari Kabupaten Ciamis yang diserahkan secara sukarela kepada PKEK untuk direhabilitasi.

Baca juga  Zooey Deschanel dan Jacob Pechenik berpisah

Elang jantan dari Sukabumi, kata dia, sudah menjalani rehabilitasi di PKEK sejak tahun 2014, sedangkan elang bernama Arni sejak 2015, kemudian menjadi elang sepasang sejak tahun 2018 yang saat ini dinyatakan sudah mandiri untuk hidup di alam bebas.

“Keduanya dipasangkan sejak 2018 dan hidup bersama, dan sudah bisa membuat sarang, sekarang kita lepaskan di sini karena sudah mandiri,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini PKEK sudah melepasliarkan 50 ekor sejak tahun 2015 di beberapa daerah di Jawa Barat maupun luar daerah lainnya di Indonesia, seperti yang terakhir pelepasan di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

Khusus pelepasliaran di Hutan Kamojang, kata dia, sudah sebanyak 37 ekor.

Ia menjelaskan bahwa Hutan Kamojang yang berbatasan antara Kabupaten Garut dengan Bandung itu merupakan habitat elang yang saat ini hasil pemantauan mampu bertahan hidup.

Baca juga  Ilmuwan ingatkan curah hujan ekstrem akan meningkat di Asia Tenggara

“Keberadaan elang yang dilepasliarkan ini kita pantau perkembangannya dengan chip,” katanya.

Sementara itu, jumlah elang yang saat ini menjalani rehabilitasi di PKEK sebanyak 122 ekor terdiri atas  beberapa jenis elang seperti elang jawa (Nisaetus bartelsi), elang brontok (Nisaetus cirrhatus), elang bondol (Haliastur indus), dan elang ular (Spilornis cheela), demikian Zaini Rakhman.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...