Ragam AgrariaAlasan "Sri Asih" difilmkan setelah "Gundala"

Alasan "Sri Asih" difilmkan setelah "Gundala"

Jakarta ((Feed)) – Produser Screenplay Pictures, Wicky V. Olindo mengemukakan alasan “Sri Asih” dijadikan film kedua dalam Jagat Bumilangit karena sosok pahlawan super itu mewakili kekuatan kaum wanita atau girl power.

“Kita pengin ada pergantian dari Gundala dan kita penginnya wanita dan Sri Asih ini akan mewakili female, girl power. Kalau kita langsung lompat ke Godam, tidak akan ada variasi yang beda. Jadi Sri Asih dulu baru Godam,” kata Wicky ditemui saat premier film “Gundala” di Jakarta, Rabu.

Sri Asih nantinya akan diperankan oleh Pevita Pearce. Menurut Wicky, pemeran “Sebelum Iblis Menjemput” itu sangat mewakili sosok Sri yang cantik dan memiliki karakter yang kuat.

“Sri Asih tokohnya harus cantik, menarik dan punya kekuatan karakter. Karakter itu dari sisi aura, bentuk muka dan Pevita sangat cocok untuk jadi seorang jagoan apalagi Pevita aktingnya bagus dan dia punya dedikasi yang tinggi untuk latihan,” jelas Wicky.

Baca juga  Polda Jambi gelar dialog kebangsaan bersama semua elemen masyarakat

Dia melanjutkan, “Jangan bayangin Pevita seperti look aslinya, dia pasti bisa jadi bunglon. Memang dia ada darah indo-nya, tapi menurut kita dia enggak terlalu bule, dia bisa dapat look-nya Indonesia.”

“Sri Asih” rencananya tayang pada 2020, saat ini Pevita sedang melakukan berbagai latihan bela diri bersama Uwais Tim, fight choreographer milik Iko Uwais.

“Sekarang lagi pra produksi. Dia (Pevita) latihan sudah dari Desember bersama Uwais Tim dan dedikasinya tinggi,” ujarnya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...