Ragam AgrariaPekanbaru sudah distribusikan 134.000 lembar masker

Pekanbaru sudah distribusikan 134.000 lembar masker

Juli hingga Agustus 2019 akibat asap di daerah itu mencapai 7.745 orang

Kota Pekanbaru ((Feed)) – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau sudah mendistribusikan sebanyak 134.000 lembar masker kepada warga di kota itu melalui puskesmas dan sekolah untuk menekan korban terpapar kabut asap setelah daerah itu ditetapkan dengan status darurat asap.

“Korban yang terpapar asap rentan mengalami ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut), asma, jantung sehingga memakai masker saat ke luar rumah diyakini bisa menekan warga terpapar asap makin parah,” kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Muhammad Amin MSi di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Amin, berbeda dengan sebelumnya, untuk persediaan masker, Diskes Pekanbaru masih memiliki 42 ribu stok masker untuk didistribusikan.

Namun, ia menyebutkan, untuk menjaga stok ketersediaan masker, Diskes Pekanbaru tetap akan meminta tambahan masker kepada Pemerintah Provinsi Riau agar tidak kekurangan.

Baca juga  Menkominfo sebut 500 ribu URL sebarkan hoaks Papua

“Kendati di Diskes masih tersedia masker 42 ribu lembar lagi, namun untuk menjaga stok tetap kita minta ke Diskes Provinsi Riau, untuk memastikan semua warga bisa mendapatkan bahan pelindung dari partikel asap yang bisa memicu penyakit itu,” katanya.

Sementara itu penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) periode Juli hingga Agustus 2019 akibat asap di daerah itu mencapai 7.745 orang.

“Laporan data penderita tersebut berasal dari seluruh Puskesmas di Kota Pekanbaru dengan rincian selama Juli saja tercatat 3.540 kasus dan Agustus sudah 4.205 kasus,” kata Amin.

Ia menjelaskan meningkatkannya penderita ISPA sejak dua bulan terakhir lebih akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Selain itu kabut asap berasal juga dari provinsi tetangga.

Baca juga  Imbauan Gubernur Kaltara terkait kabut asap

Akan tetapi, tambahnya peningkatan pasien yang terpapar ISPA tidak banyak hanya 900 orang per bulan, katanya.

“Tapi pada Agustus tahun 2019, jumlahnya sudah 4.000 lebih, artinya tidak semua penderita ISPA ini karena kabut asap, tapi banyak faktor lain juga sebagai penyebab,” ujarnya.

Untuk penanganan bagi warga yang terdampak kabut asap, katanya Diskes Pekanbaru telah memerintahkan seluruh Puskesmas menyiapkan ruangan evakuasi. 

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...