Ragam AgrariaSejak awal Agustus terdapat 71 titik api di Batanghari

Sejak awal Agustus terdapat 71 titik api di Batanghari

Jambi ((Feed)) – Sejak satu Agustus 2019 hingga saat ini tercatat terdapat 71 titik api dari kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

“Selama Agustus ini kami menemukan dan memadamkan 71 titik api yang muncul di wilayah Kabupaten Batanghari,” kata Kepala Pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Nazhar di Batang, Minggu.

Ke-71 titik api tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten itu. Tidak seperti tahun sebelumnya, karhutla hanya terjadi di beberapa kecamatan, namun saat ini karhutla terjadi di tujuh dari delapan kecamatan yang ada, ujarnya.

Karhutla yang terjadi di kabupaten itu sebagian besar terjadi akibat tangan jahil manusia, tak jarang tim satgas karhutla kabupaten itu menemukan puntung rokok saat melakukan pemadaman.

“Saat memadamkan karhutla, petugas kita kerap kali menemukan puntung rokok, disinyalir api dari puntung rokok itulah yang menyebabkan sebagian besar karhutla di Batanghari, mengingat saat ini cuaca sangat panas dan sedikit saja ada percikan api dapat menyebabkan karhutla,” kata Nazhar.

Baca juga  "Coastal clean up" ekowisata mangrove Muaragembong Bekasi

Tidak hanya di Kabupaten Batanghari, namun dikabupaten lainnya seperti Kabupaten Muaro Jambi, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Bungo dan Kabupaten Sarolangun angka karhutla selama Agustus ini juga cukup tinggi. Akibatnya berdampak terhadap kualitas udara di provinsi itu.

Indeks Standar Pencemaran Udara (Ispu) Jambi yang diukur menggunakan alat ukur pemantau kualitas udara Air Quality Monitoring Systim (AQMS) menunjukkan kualitas udara di Jambi dalam kategori tidak sehat.

Pada parameter ozon berada pada angka 111, hal itu menunjukkan ozon di Jambi masuk dalam kategori tidak sehat. Sementara, parameter Particulate Matter atau partikel debu yang berterbangan berada pada angka 228 yang menunjukkan kualitas udara di Jambi dalam kategori sangat tidak sehat.

Menindak lanjuti kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat tersebut, pemerintah Kota Jambi memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Baca juga  WALHI minta pemerintah kaji ulang wacana penghapusan IMB dan Amdal

Memperbanyak minum air putih, makan sayur dan buah-buahan untuk menjaga daya tahan tubuh. Menerapkan pola Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Serta yang tak kalah penting yakni menghimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, karena selain berdampak terhadap pencemaran udara, juga dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...