Ragam AgrariaDinkes Singkawang siapkan 60.000 masker untuk antisipasi ISPA

Dinkes Singkawang siapkan 60.000 masker untuk antisipasi ISPA

saya yakin kabut asap pasti bisa berkurang

Pontianak ((Feed)) – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang saat ini sudah mempersiapkan puluhan ribu masker untuk mengantisipasi penyakit ISPA, bilamana Singkawang sudah diselimuti kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Mursalin mengatakan, saat ini masker yang tersedia ada sebanyak 60 ribu buah.

“Puluhan ribu masker ini disiapkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA terutama kepada daerah-daerah yang memang sudah terjadi karhutla khususnya di Singkawang,” kata Mursalin, Minggu.

Sehingga, pemberian masker secara gratis ini hanya difokuskan kepada daerah-daerah yang memang berisiko terhadap penyakit ISPA.

Dia menambahkan, sementara ini sudah ada permintaan dari Puskesmas Timur 2 daerah Mayasofa dan Klinik Kesehatan Brigif 19 Khatulistiwa Singkawang.

Baca juga  Status Gunung Soputan di Sulawesi Utara jadi waspada

“Masing-masing instansi mengajukan permintaan ke Dinkes sebanyak 1.500 masker,” ujarnya.

Tak menutup kemungkinan, beberapa hari ke depan permintaan akan masker juga akan datang dari Puskesmas Singkawang Selatan. “Mengingat di wilayah tersebut juga sangat rentan terjadinya karhutla,” ungkapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, masalah kabut asap erat kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa hari ini.

“Selagi pemerintah pusat bersinergi dengan pemda dalam menegakkan aturan saya yakin kabut asap pasti bisa berkurang,” kata Sumberanto.

Disamping itu titik-titik kebakaran hutan dan lahan yang sudah terdeteksi harus segera dipadamkan.

Untuk Pemkot Singkawang, dirinya juga berharap mewaspadai kalau sampai kabut asap semakin tinggi dan tebal, karena curahan hujan yang minim disamping titik-titik kebakaran hutan dan lahan belum dipadamkan.

Baca juga  Suhu panas di Kepri diprediksi bertahan sampai akhir September

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat Singkawang, mulai dari sekarang berhati-hati kalau belanja makanan dan minuman di luar, tentu kita berharap jangan sampai bermasalah karena kurang hygienis,” ujarnya.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...