Ragam AgrariaHendra/Ahsan menangi "All Indonesian Match" demi capai final

Hendra/Ahsan menangi "All Indonesian Match" demi capai final

Basel, Swiss ((Feed)) – Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang jadi unggulan kempat turnamen menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Ahsan/Hendra masih menunggu lawan mereka di final nanti, yang akan ditentukan dalam semifinal lain antara unggulan kedua asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen melawan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang berhadapan pada pertandingan terakhir Sabtu.

Fajar/Rian memimpin hingga interval gim pembuka, “dibantu” beberapa kesalahan sendiri yang dibuat Hendra maupun Ahsan.

Namun setelah interval, pasangan peringkat dua dunia Ahsan/Hendra melaju dengan enam poin beruntun untuk memimpin 15-11.

Fajar/Rian tidak menyerah dengan mudah ketika Ahsan/Hendra sudah memimpin 20-13, mereka menambah tiga poin beruntun untuk mengejar, tapi selisihnya sudah terlalu jauh.

Baca juga  Duo komedian Jepang minta maaf sebut Naomi Osaka butuh pemutih

Akhirnya ganda putra dua kali juara dunia, Ahsan/Hendra merebut gim pembuka 21-16 dalam 14 menit.

Pola serupa terjadi pada awal gim kedua ketika Fajar/Arian kembali memimpin hingga interval 11-6. Namun kali ini mereka mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir.

Ahsan/Hendra yang banyak melakukan kesalahan sendiri, antara lain beberapa kali pengembalian mereka menyangkut di net memberi kemenangan bagi Fajar/Rian.

Gim ketiga berjalan sedikit timpang dan Ahsan/Hendra menekan sejak awal dengan skor 4-0. Mereka terus melaju hingga menutup pertandingan dengan meraup delapan poin beruntun.

“Secara keseluruhan kami tertekan, gim pertama sudah unggul 11-9 tapi mereka bisa membalikkan keadaan. Kita banyak melakukan kesalahan juga,” ujar Fajar seusai pertandingan.

Menurutnya, Ahsan dan Hendra bermain taktik dengan pukulan yang matang, sehingga tidak perlu banyak bergerak namun pukulannya menyulitkan lawan.

Baca juga  BMKG: isu gempa dan tsunami di Ambon hoaks

Sementara Ahsan menilah pertarungan perebutan tempat di final Kejuaraan Dunia itu tidak mudah. “Selain adu teknis, juga adu mental. Sama-sama tidak mau kalah,” ujarnya.

Adapun Hendra mengatakan saat kehilangan gim kedua itu, ia dan pasangannya sudah tertekan lebih dulu sehingga diserang terus menerus.

“Pada gim ketiga kami berinisiatif untuk menyerang duluan sehingga lebih enak,” kata tiga kali juara dunia itu, yakni pada 2007 bersama Markis Kido, serta 2013 dan 2015 bersama Ahsan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...