Ragam AgrariaKenali tujuh tanda anak derita autisme

Kenali tujuh tanda anak derita autisme

Jakarta ((Feed)) – Autisme pada anak bisa Anda deteksi sejak dini, terutama di lima tahun pertama kehidupannya, menurut Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) Gayatri Pamoedji.

Ada tujuh hal yang bisa Anda kenali. Jika dua dari tujuh hal ini Anda bisa jawab “tidak”, segera periksakan diri anak pada dokter anak karena bisa menjadi tanda awal anak Anda menderita autisme sebagai berikut:

1. Apakah anak Anda memiliki ketertarikan pada anak-anak lain? Anak autis cenderung tidak.

2. Apakah anak Anda menunjuk hal yang disukainya? Anak autis cenderung tidak.

3. Apakah anak Anda mau menatap mata Anda lebih dari 1-2 detik? Anak autis cenderung tidak punya kontak mata.

4. Apakah anak Anda mau meniru ucapan, ekspresi wajah, ataupun gerak-gerik Anda? Anak autis cenderung tidak mau meniru.

Baca juga  Kevin Hart kembali promosi "Jumanji" usai pulih dari kecelakaan

5. Apakah anak Anda bereaksi ketika namanya dipanggil? Anak autis cenderung cuek.

6. Apakah anak Anda mau melihat ke arah benda yang Anda tunjuk? Anak autis cenderung tidak mau mengikuti arahan.

7. Apakah anak Anda pernah bermain pura-pura, misalnya pura-pura menyuapi boneka, atau menerima telepon? Anak autis cenderung bermain dengan cara tidak lazim.

Autisme spectrum disorder (ASD), serangkaian gangguan perkembangan saraf yang dapat mencakup fokus yang intens pada satu hal, tidak responsif, kurang memahami isyarat sosial, gerakan berulang atau melukai diri.

Gayatri yang memiliki putra terdiagnosis autisme saat berusia sembilan tahun. Saat itu, menurut dia sang putra tak pernah bisa melakukan kontak mata dengannya.

“Anak saya enggak ada kontak mata. Pandangan mata satu arah. Saat dipanggil seakan enggak mendengar. Enggak ada bonding antara ibu dan anak,” kata dia di Jakarta, Jumat (23/8).

Baca juga  Aplikasi Bukalapak hilang di Google Play Store

Gayatri menganjurkan para orang tua peka pada kondisi anak mereka sehingga penanganan bisa lebih dini.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...