Ragam AgrariaPastikan tempat di semifinal, target "The Daddies" tercapai

Pastikan tempat di semifinal, target "The Daddies" tercapai

Mereka jadi lebih lepas setelah ketinggalan, dan mereka jadi lebih percaya diri. Kita agak ketekan, untung bisa kembali lagi, bisa fokus lagi

Basel, Swiss ((Feed)) – Ganda putra peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang punya julukan “The Daddies” memastikan mencapai target meraih medali pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, setelah mencapai babak semifinal.

Pasangan unggulan keempat itu pada pertandingan perempat final melawan unggulan 13 Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat, menang 21-17, 21-19.

Kemenangan ini membawa juara dunia 2013 dan 2015 itu mencapai babak empat besar yang berarti setidaknya sudah memperoleh medali perunggu.

“Target ya tercapai tapi kalau bisa ya lebih lagi,” ujar Hendra setelah pertandingan. Meski demikian ia mengatakan tetap fokus kepada pertandingan selanjutnya.

Baca juga  Kemenpora jamin pencak silat dipertandingkan di PON Papua

Setelah bermain ketat pada awal gim pertama, Ahsan/Hendra yang banyak mengandalkan serangan dengan pukulan tajam atau mengadu drive, melaju untuk memenangi gim pembuka.

Awal gim kedua berjalan dengan pola yang serupa, namun ketika Ahsan/Hendra memimpin hingga 18-13, pasangan Taiwan itu memperketat perlawanan sehingga menambah empat poin beruntun untuk memperpendek jarak angka menjadi 17-18 sebelum pasangan Indonesia menutup pertandingan dengan 21-19.

Hendra mengakui bahwa melawan pasangan Taiwan tersebut tidak mudah. “Tiga kali ketemu (sebelumnya) juga selalu ramai, kita intinya satu, fokus dari awal menerapkan pola permainan kita dulu.”

Namun pada gim kedua, pada posisi memimpin Ahsan mengaku sempat tertekan oleh lawan yang justru bermain tanpa beban setelah tertinggal.

“Mereka jadi lebih lepas setelah ketinggalan, dan mereka jadi lebih percaya diri. Kita agak ketekan, untung bisa kembali lagi, bisa fokus lagi,” kata Ahsan.

Baca juga  KLHK Gandeng Humas K/L Bumikan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030

Ahsan/Hendra masih menunggu lawan berikutnya antara ganda putra Indonesia lainnya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atau Choi Solgyu/Seo Seung Jae dari Korea Selatan yang akan berhadapan pada pertandingan terakhir Jumat malam.

Ditanya lawan mana yang lebih menguntungkan, Hendra menjawab tidak ada. “Enggak ada yang menguntungkan, susah semua.”

Sebelum ini Indonesia sudah meloloskan satu semifinalis ketika ganda putri unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengalahkan unggulan keempat asal China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 25-23, 23-21.

Pada semifinal, Greysia/Apriyani akan melawan ganda Jepang unggulan pertama Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara yang diputuskan menang melawan pasangan Jepang lainnya Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto karena Yonemoto cedera saat mereka tertinggal 20-22, 3-3.

 

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan berpose pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. ((Feed)/Fitri Supratiwi)

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...