Ragam AgrariaRasakan ngilu pada engkel, pergerakan Jonatan Christie terganggu

Rasakan ngilu pada engkel, pergerakan Jonatan Christie terganggu

Basel, Swiss ((Feed)) – Ungulan keempat tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 Jonatan Christie mengaku dirinya mengalami gangguan pada pergelangan kaki sejak akhir gim pertama ketika melawan Sai Praneeth B dari India sehingga pergerakannya terganggu.

Jonatan kalah dua gim langsung 22-24, 14-21 dari Praneeth pada babak delapan besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

“Karena memang bisa dibilang ngilu buat refleks, terutama untuk bola-bola yang jauh, biasanya kita harus maksa dengan refleks kita, tapi itu dengan refleks sedikit juga sudah terasa. Jadi itu yang beberapa kali terasa di gim kedua,” ujar Jonatan Christie seusai pertandingan.

Ia mengakui bahwa gangguan pergelangan kaki sudah ia alami sejak Indonesia Open ketika ia melawan pebulu tangis Denmark Hans Krisian Vittinghus, namun saat itu pada pergelangan kaki kiri.

Baca juga  KPK ingatkan staf khusus Presiden-Wapres jangan terima suap

“Waktu itu juga sama bunyi juga, sampai Jepang (Open) pun saya bermain dalam keadaan seperti itu tapi bisa mengatasi dengan baik,” ujarnya.

Kali ini, menjelang Kejuaraan Dunia 2019, lanjut pemain yang akrab disapa Jojo itu, ia mengalami hal serupa pada kaki kanannya.

“Tapi enggak sampai bunyi, jadi enggak masalah dan kiri juga sudah oke. Di sini saya jaga terus, tapi pas tadi pas (poin) 20-21 ada sekali gerakan yang saya maksa, itu bunyi sampai sekarang,” paparnya.

Ketika ditanya apakah sakit engkelnya itu yang menjadi penyebab kekalahannya, Jonatan menjawab 50-50 persen dengan permainannya yang buruk.

“Karena gim pertama banyak pola dan strategi saya yang ragu untuk diterapin. Jadi bukan hanya karena kaki tapi ada beberapa stroke yg harus saya perbaiki ke depan,” ujarnya.

Baca juga  Pakar sebut kembalinya fungsi hidrologis gambut cegah karhutla

Kekalahan Jonatan membuat pemain tunggal Indonesia tidak tersisa pada Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung sampai Minggu (25/8).

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...