Ragam AgrariaPameran WARISAN hadirkan lebih 130 stan batik hingga mutiara

Pameran WARISAN hadirkan lebih 130 stan batik hingga mutiara

Jakarta ((Feed)) – Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (WARISAN) yang berlangsung 22-25 Agustus di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, akan menampilkan lebih dari 130 stan produk batik, tenun, dan mutiara asli Indonesia.

Pada tahun keempat ini, WARISAN mengangkat tema “Citra Bahtera Nusantara” dan bertujuan menjaga seni dan budaya bangsa serta memberikan apresiasi kepada pembatik, penenun, pemerhati, pengrajin, pengusaha batik dan juga mutiara.

Batik yang akan ditampilkan dalam pameran ini hanyalah batik dari hasil penggunaan malam panas 100 persen dengan aplikasi batik tulis, batik cap atau batik kombinasi (tulis dan cap), demikian siaran pers dari penyelenggara WARISAN, Kamis malam.

WARISAN akan memamerkan pula karya Tenun Nusa Tenggara Timur yang terkenal serta tenun songket yang mewah dari Palembang. Sementara mutiara yang dipamerkan hanyalah mutiara dari laut Indonesia asli dan bersertifikat.

Baca juga  Tim bulu tangkis Indonesia lanjutkan pertarungan di Korea Open 2019

Semua produk yang dipamerkan sudah melewati proses kurasi dari tim yang terdiri dari Komarudin Kudiya (Kurator Batik), Romi Oktabirawa (Kurator Batik, Dudung Alie Syahbana (Kurator Batik), Zainal Arifin (Kurator Tenun), dan Ratna Zhuhry (Kurator Mutiara).

WARISAN dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla. Mufidah mengatakan bahwa kepedulian dan kecintaan kita pada karya tradisional perlu ditanamkan terus menerus kepada generasi penerus.

Dari perhatian dan rasa cinta yang besar akan karya bangsa ini, generasi muda akan terus berkarya dan menumbuhkan kreativitas agar Wastra Indonesia dan mutiara laut dapat senantiasa dikembangkan dan dijaga kelestariannya.

Melanjutkan kesuksesan sebelumnya, WARISAN tahun ini akan diramaikan pertunjukan musik tradisional, kuis tebak keaslian BAHTERA (Batik, Tenun & Mutiara) dengan total hadiah jutaan rupiah, serta Warisan Award.

Baca juga  Bottas bukukan waktu tercepat di FP1 Grand Prix Jepang

Penyelenggaraan pameran WARISAN tahun ini menargetkan transaksi ritel sebesar Rp20 miliardengan 10.000 orang pengunjung. Bagi pengunjung yang mengenakan batik, tenun, dan mutiara, dibebaskan dari biaya tiket masuk (gratis). Tiket pemaran ini berharga Rp100.000.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...