Ragam AgrariaApa bedanya Gundala dengan The Flash dan Thor?

Apa bedanya Gundala dengan The Flash dan Thor?

Jakarta ((Feed)) – Ada orang yang beranggapan bahwa Gundala Putra Petir punya penampilan yang mirip dengan pahlawan super The Flash dari DC Comics.

Production Manager BumiLangit Studios –perusahaan hiburan berbasis karakter yang jadi “rumah” untuk Gundala– Imansyah Lubis menuturkan perbedaan yang kentara antara Gundala dan The Flash.

Saat ditemui (Feed) di kantornya beberapa waktu lalu, Imansyah mengatakan kekuatan utama Gundala berbasis pada petir. Karakter komik karya Harya Suraminata alias Hasmi itu terinspirasi dari Ki Ageng Selo, tokoh legenda yang bisa menangkap petir.

“Dia lightning generator, kalau mau disamakan dengan yang Barat, ada Black Lightning dari DC Comics,” ujar dia.

Selain kekuatan petir, Gundala punya kekuatan super kedua dari Raja Taifun kerajaan Bayu berupa kemampuan berlari secepat angin topan. Inilah yang kerap dianggap mirip dengan kekuatan The Flash.

Baca juga  Syahdunya pemakaman Cecep "Bombom" Reza di TPU Layur Penggilingan

Padahal, kecepatan Gundala tak ada apa-apanya dibandingkan The Flash yang kekuatan utamanya adalah kemampuan berpindah tempat dalam waktu super singkat alias “speedster“.

“Kecepatan Gundala itu paling top 300 km per jam, sementara Flash itu bisa menembus waktu. Gundala baru berkedip, Flash sudah bisa mengelilingi bumi beberapa kali,” dia menjelaskan.

Jika bicara soal kemiripan kostum, dia mengatakan rancangan kostum yang mirip merupakan hal lumrah.

“Dalam desain kostum, ada banyak sekali kostum superhero dan kalau ada satu atau dua yang mirip itu lumrah, apalagi kalau dilihat sejarahnya superhero sudah ada sejak 1930-an,” kata dia.

Mirip dengan Thor?

Lantas, apakah Gundala bisa disamakan dengan jagoan Marvel Thor yang punya kekuatan petir? Imansyah mengatakan kedua pahlawan super ini serupa tapi tak sama.

Kekuatan petir Thor bersumber dari palu, sementara Gundala tidak mengandalkan alat apa pun. Selain itu, Thor adalah seorang dewa, sedangkan Gundala adalah manusia yang diberi kekuatan lebih besar dari orang lain.

Baca juga  Puluhan PMI ilegal asal NTT kembali diamankan

Gundala Putra Petir akan hadir dalam versi layar lebar dalam film garapan Joko Anwar mulai 29 Agustus 2019.

“Gundala” bercerita tentang Sancaka yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri.

Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

“Gundala” menjadi film patriot pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit, yang diproduksi Bumilangit Studios, Screenplay Film, bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...