Ragam AgrariaKawasan konservasi Kalteng penting sebagai penopang kehidupan

Kawasan konservasi Kalteng penting sebagai penopang kehidupan

Palangka Raya ((Feed)) – Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri menyebut, keberadaan kawasan konservasi sangatlah penting sebagai penopang kehidupan masyarakat, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan.

“Salah satu yang utama, yakni melindungi kekayaan ekosistem alam,” katanya saat Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2019 di Kawasan Taman Nasional Sebangau Palangka Raya, Rabu.

Adanya kawasan konservasi, juga untuk melindungi ragam spesies flora dan fauna yang langka atau pun hampir punah, hingga menjaga kualitas lingkungan supaya tetap terjaga.

Untuk itu Fahrizal mengingatkan kepada semua pihak, tentang pentingnya kesadaran untuk turut berpartisipasi menjaga kelestarian kawasan konservasi. Termasuk mengajak generasi muda agar mau terlibat.

“Apalagi tema HKAN tahun ini adalah spirit konservasi alam milenial, jadi sudah seharusnya kita bisa mendorong generasi muda untuk berpartisipasi menjaga kelestarian alam,” jelasnya.

Baca juga  BMKG deteksi 138 titik panas "kepung" Riau

Lebih lanjut Fahrizal menjelaskan, manfaat nyata lainnya yang didapat masyarakat selama ini, yakni terpenuhinya kebutuhan sehari-hari mereka. Baik kebutuhan berupa pangan dan lainnya.

Kemudian juga memberikan keuntungan secara materi, sebab kawasan konservasi umumnya dijadikan sebagai tempat penelitian hingga rekreasi berupa ekowisata. Sehingga masyarakat pun bisa mengambil keuntungan dengan menjual jasa.

Ia pun berpesan, sebagai salah satu destinasi wisata di Kalteng, hendaknya masyarakat mau meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Sebab jika tempat wisatanya kotor, tentu akan berpengaruh negatif terhadap minat wisatawan untuk datang berkunjung.

Di Kalteng sendiri, terdapat beberapa kawasan konservasi, seperti Taman Nasional Sebangau, Tanjung Puting dan lainnya. Kawasan-kawasan itu, berkontribusi cukup banyak terhadap keberlangsungan kehidupan di Kalteng selama ini.

“Mengingat pentingnya kawasan konservasi, saya berharap agar kesadaran untuk menjaganya dapat terus ditingkatkan. Jadilah agen penggerak konservasi alam di masyarakat,” ungkap Fahrizal.

Baca juga  Charles Leclerc bawa pengaruh buruk kepada Ferrari

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...