Ragam AgrariaSumbar berkomitmen bebaskan Warisan Dunia dari bahaya

Sumbar berkomitmen bebaskan Warisan Dunia dari bahaya

Ada berapa usulan kita untuk TRHS pada TNKS ini sehingga ke depan ada tindak lanjutnya dalam mengeluarkannya dari daftar bahaya

Padang ((Feed)) – Empat kabupaten di Sumatera Barat berkomitmen untuk membantu membebaskan warisan alam dunia Tropical Rainforest Heritage Of Sumatra (TRHS) dari status bahaya yang ditetapkan UNESCO sejak 2011.

“Butuh kepedulian semua pihak untuk membebaskan TRHS dari status bahaya. Sumbar ikut berkomitmen untuk itu,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Rabu.

TRHS ditetapkan sebagai warisan dunia pada Sidang Komite Warisan Dunia ke-28 tahun 2004 di Suzhou, China. Luas TRHS adalah 2,87 juta hektare, meliputi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seluas 1.094.692 ha yang membentang di Nanggroe Aceh Darusalam dan Sumatera Utara.

Lalu, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan luas 1.375.349 ha yang terhampar di Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu serta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sekitar 365.000 ha di wilayah Bengkulu dan Lampung.

Baca juga  Maluku hadapi 150 kali gempa susulan

Sebagian hutan Sumbar masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat bersama dengan hutan di Provinsi Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Irwan menyebut kerusakan hutan TRHS itu sebenarnya bukan di Sumbar, namun ia tetap mengambil inisiatif berkonsultasi dengan dirjen, langkah dukungan yang bisa dilakukan Sumbar untuk membantu.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi mengatakan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait ini selain pernyataan dan penandatangan komitmen bersama, namun juga saling tukar pendapat.

“Ada berapa usulan kita untuk TRHS pada TNKS ini sehingga ke depan ada tindak lanjutnya dalam mengeluarkannya dari daftar bahaya,” katanya.

Untuk jangka pendek, tindak lanjutnya Pemprov Sumbar akan membentuk tim kerja melakukan identifikasi terhadap daftar bahaya ini dan melakukan upaya langkah-langkahnya sebagai satu keterpaduan.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengatakan TNKS di wilayah Sumbar masih sangat bagus, apalagi dalam kemitraan konservasi dengan masyarakat yang wilayahnya berdekatan dengan TNKS.

Baca juga  Perangkat Android akan dibekali pra-instal aplikasi YouTube Music

“Untuk itu dengan adanya komitmen dari Pemprov dan daerah yang wilayahnya masuk ke dalam TNKS untuk dapat memanfaatkannya dengan berbagai cara salah satunya wisata alam. Ini juga bentuk menjaga TNKS itu sendiri,” ujarnya.

Wiratno mengemukakan rencana pembangunan jalan di TNKS bukanlah solusi. Yang dibutuhkan masyarakat Sumbar adalah lahan milik rakyat, bila rencana pembangunan jalan direalisasikan bakal memperburuk kondisi.

“Tentunya masyarakat akan saling rebutan lahan dengan menggunakan pihak swasta, ini bisa menciptakan konflik dan kekacauan sosial,” ujar Wiratno.

Ia mengingatkan jangan sampai warisan dunia di salah satu tanah Sumatera menjadi punah.*

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...