Ragam AgrariaDinas: Ratusan ribu tanaman mangrove Karawang tercemar minyak mentah

Dinas: Ratusan ribu tanaman mangrove Karawang tercemar minyak mentah

Karawang ((Feed)) – Ratusan ribu tanaman mangrove atau bakau yang tersebar di sejumlah titik di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tercemar minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“Sampai saat ini sudah ada 232.000 pohon yang terdampak limbah minyak mentah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat Wawan Setiawan, di Karawang, Selasa.

Ia mengatakan, dalam menghitung dampak limbah minyak mentah terhadap tanaman bakau, satuannya bukan hektare. Tapi dihitung jumlah pohon yang terdampak.

Sesuai dengan pendataan dan laporan yang diterima di lapangan, kata dia, satuannya bukan hektare tapi jumlah pohon yang terdampak.

Sebanyak 232.000 pohon mangrove di sejumlah titik pesisir utara Karawang saat ini terkena dampak limbah minyak mentah milik Pertamina.

Sementara itu, Ketua Karawang Explore, Hadid Suherman sebelumnya menyampaikan tumpahan minyak mentah dari sumur blok YYA-1 milik Pertamina mengancam terumbu karang, jika musim angin laut berubah arah.

Baca juga  Karhutla di Leuhan, Aceh Barat berhasil dipadamkan

“Saat ini angin laut masih mengarah ke wilayah barat, tetapi jika angin laut sudah mengarah ke wilayah timur, maka ancaman terhadap terumbu karang akan terjadi,” kata dia.

Menurut dia, kerusakan pada terumbu karang bisa merugikan wilayah Karawang.

Selain sebagai objek wisata dan sejarah adanya bangkai kapal peninggalan VOC, terumbu karang di Karawang juga memiliki potensi penghasil oksigen yang tinggi bagi kehidupan.

“Jadi Pertamina harus menyelesaikan secepatnya tumpahan minyak mentah ini. Karena akan mengancam terumbu karang, ketika angin laut berubah arah,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...