Ragam AgrariaSusi Pudjiastuti protes disuguhi air mineral kemasan plastik

Susi Pudjiastuti protes disuguhi air mineral kemasan plastik

Dia balas, ‘sabar’. Saya enggak bisa sabar begitu.”

Jakarta ((Feed)) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tiba-tiba protes saat bersama Menkeu Sri Mulyani disuguhi minuman air mineral dalam kemasan botol sekali pakai di acara Ignite The Nation di Jakarta, Minggu.

“Kemarin, saya demo di depan istana. Sekarang saya demo anak-anak muda. Stop pemakaian plastik sekali pakai,” kata Susi Pudjiastuti dalam suara yang lantang.

Susi beraksi spontan itu saat Menteri Kuangan (Menkeu) Sri Mulyani sedang berbicara, dan panitia mengantarkan air mineral yang dikemas dalam botol plastik sekali  pakai​.​​​​​​

Kala itu Susi bersama Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menjadi pembicara dalam acara Ignite The Nation di Istora Senayan, Jakarta.

Susi langsung melontarkan argumentasi bahwa plastik merupakan pencemar kedua paling banyak di laut.

Baca juga  Prestasi di antara drama, potret lima tahunan bola basket Indonesia

Aksi Susi siang itu mendapat sambutan meriah dari peserta Ignite The Nation. Panitia pun segera mengambil air mineral yang sudah disediakan untuk para panelis dalam sesi itu.

Selama menjadi pembicara, Susi terlihat beberapa kali minum dari botol isi ulang (tumbler) yang dia bawa sendiri.

Dalam kesempatan itu, Susi menceritakan tantangan yang dihadapinya selama mengurus perairan di Indonesia, termasuk kebijakannya menenggelamkan kapal asing ilegal yang kontroversial.

Selama ini, Sri Mulyani menjadi salah seorang tempat curahan hati (curhat) Susi ketika mengalami masalah. Susi pun mengaku dia sering mengirim pesan singkat berisi curhatnya kepada Sri Mulyani.

“Dia balas, ‘sabar’. Saya enggak bisa sabar begitu,” kata Susi sambil tertawa.

Menutup sesi berbicara, Susi mengundang anak-anak muda untuk membuat aplikasi di bidang perikanan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...