Ragam AgrariaSungai Martapura mulai terkena intrusi air laut

Sungai Martapura mulai terkena intrusi air laut

daya ini masih kurang untuk melayani pengolahan air bersih untuk 170 ribu pelanggan

Banjarmasin ((Feed)) – Sungai Martapura di wilayah Kota Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalimantan Selatan mulai kemasukan air laut (intrusi) di saat musim kemarau ini, kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Yudha Ahmadi.

Menurut Yudha Ahmadi  di Banjarmasin, Minggu, intrusi air laut yang masuk ke sungai Martapura semakin dalam ke arah hulu sungai yang panjangnya mencapai 36,5 km itu.

“Dalam kontrol kita saat ini intrusi air laut sudah sampai di wilayah Basirih hingga mencapai RK Ilir,” tuturnya.

Intrusi atau keasinan tinggi kadar air sungai Martapura, lanjut dia, makin mendekat ke intake pengambilan air baku milik PDAM Bandarmasih di daerah Sungai Buli.

“Atau sekitar dua kilometer saat ini jaraknya dari air sungai Martapura yang mengalami intrusi,” papar Yudha.

Baca juga  BMKG: 673 gempa dan tiga di antaranya merusak

Jika kemarau terus berlanjut, kata dia, tidak menutup kemungkinan air asin melewati di atas ambang batas yang bisa diolah menjadi air bersih sampai di wilayah pengambilan air baku di Sungai Bilu.

“Maka terpaksa akan ditutup pengambilan air baku di sana, ini sudah pernah terjadi,” bebernya.

Menurut dia, kapasitas pengambilan air baku di intake Sungai Bilu tersebut mencapai 500 liter per detiknya.

“Jadi sangat berpengaruh pengolahan air bersih jika sampai terhenti di sana, bahkan bisa mencapai 30 persen, daya distribusinya ke pelanggan bisa berkurang,” terangnya.

Ia mengatakan,  jika pengambilan air baku di intake Sungai Bilu tersebut mati, maka PDAM Bandarmasih hanya punya satu sumber lain, yakni, di wilayah Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Kalau di intake Sungai Tabuk ini daya sedotnya sekitar 1.700 liter per detiknya, tentunya daya ini masih kurang untuk melayani pengolahan air bersih untuk 170 ribu pelanggan,” bebernya.

Baca juga  Putri Lingkungan Hidup miris soal mutilasi sirip hiu

Dia mengatakan, bahwa PDAM Bandarmasih juga memiliki kesiapan untuk mengantisipasi terjadinya krisis air baku ini, yakni dengan pengambilan air di irigasi dari air sungai di Riam Kanan.

“Kita berharap dalam minggu-minggu ini  terjadi hujan, sehingga bisa mendorong kembali air laut yang masuk ke muara,” pungkasnya.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...