Ragam AgrariaAsap kebakaran hutan Sumsel capai Riau dan Jambi

Asap kebakaran hutan Sumsel capai Riau dan Jambi

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ author=”Edwar Sanger” job_title=”Wakil Komandan” company_name=”Satgas Karhutla Riau” background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]Kalau kebakaran terjadi di sini (Riau) Satgas terus berupaya memadamkannya, tapi kalau asap yang terbawa angin bagaimana kita menahannya?[/et_pb_testimonial]

 

Pekanbaru ((Feed)) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional menyatakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang membara di Provinsi Sumatera Selatan menimbulkan asap yang mencemari udara di Provinsi Riau dan Jambi.

“Iya betul, itu berdasarkan data trayektori asap dari BMKG pukul 10.00 WIB,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Prof. Agus Wibowo ketika dikonfirmasi tentang asap kiriman dari Sumsel, di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan hingga laporan terakhir pada Jumat pukul 11.00 WIB untuk wilayah Sumatera, karhutla yang menimbulkan asap atau jerebu pekat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, sampai saat ini belum padam.

Ia mengatakan upaya pemadaman dari udara melalui helikopter yang menjatuhkan bom air masih terus dilakukan. “Mohon doa rekan-rekan semua agar semua petugas dalam kondisi sehat,” katanya.

Baca juga  Tak hanya akting, Gal Gadot juga produseri film "Irena Sendler"

Berdasarkan data BNPB, jerebu karhutla dari Sumsel terbawa angin dari arah tenggara dan selatan ke provinsi tetangga di bagian utara. Asap mencapai sebagian Jambi dan Riau. Untuk di Riau, jerebu menyelimuti udara di Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, dan juga Kota Pekanbaru.

Berdasarkan pantuan ANTARA di Pekanbaru pada Jumat siang kondisi cuaca terlihat mendung dan asap tidak terlalu terasa. Sebabnya, pada pagi hari hujan cukup deras mengguyur sejumlah daerah di Ibukota Provinsi Riau itu.

Data BMKG terkait kualitas udara pada pukul 12.00 WIB juga menunjukkan udara berstatus sehat.

Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger mengatakan asap kiriman tidak hanya dari Sumsel, melainkan juga dari Jambi.

“Karena ada juga kebakaran di daerah Jambi yang berbatasan dengan Riau,” ujarnya.

Baca juga  Rilis pengungkapan kasus terorisme

Ia mengatakan Satgas Karhutla Riau kini bersiap-siap untuk menghadapi asap yang masuk dari Jambi dan Riau. Ia berharap kondisi tidak semakin parah, karena akan memperburuk polusi udara.

“Di sini kita terus melakukan pemadaman, tapi kalau di daerah hulunya sana tidak padam juga, ya, sama saja. Daerah hulunya, ya, di Sumsel,” kata Edwar.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, hasil pantauan satelit pada pukul 06.00 WIB menunjukkan terdapat 57 titik panas yang jadi indikasi awal karhutla di wilayah Sumatera. Lokasi titik panas paling banyak di Sumsel dengan 43 titik, sedangkan di Riau hanya sembilan titik.

“Kalau kebakaran terjadi di sini (Riau), Satgas terus berupaya memadamkannya, tapi kalau asap yang terbawa angin bagaimana kita menahannya?” kata Edwar Sanger.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...