Ragam AgrariaTelegram punya fitur pengingat tidak sering chat

Telegram punya fitur pengingat tidak sering chat

Jakarta (Feed) – Aplikasi berkirim pesan Telegram mendapat pembaruan baru yaitu fitur yang memungkinkan admin grup mengatur jeda pengiriman pesan bagi anggota-anggotanya.Dikutip dari laman TechCrunch, Minggu, Telegram memiliki fitur Slow Mode. Fitur itu memberikan kuasa kepada admin grup percakapan untuk mengatur berapa detik atau menit jeda waktu saat anggotanya akan mengirim pesan di grup itu.

Jika admin mengaktifkan fitur Slow Mode, anggota grup harus menunggu, misalnya satu menit agar bisa mengirim pesan lagi.

Telegram memperkenalkan fitur itu agar suasana mengobrol di grup percakapan lebih teratur dan “menghargai setiap pesan dari masing-masing anggota”.

Telegram menyarankan admin untuk mengaktifkan fitur Slow Mode secara permanen atau sewaktu-waktu saat dibutuhkan untuk menjaga arus percakapan di grup.

Namun, Telegram mengaku tidak merancang fitur itu sebagai perang melawan hoaks, tetapi untuk menciptakan ketenangan.

Baca juga  McIlroy dinobatkan pegolf terbaik PGA Tour 2019

Berbeda dengan aplikasi berbagi pesan WhatsApp yang membatasi keanggotaan sebuah grup percakapan sebanyak 256 anggota, Telegram bisa menampung 200.000 orang dalam satu grup percakapan.

Pembaruan lainnya di Telegram yaitu penerima pesan tidak akan mendapatkan suara tanda pesan masuk jika pengirim pesan menginginkan pesan itu tidak bersuara. Maka, pesan yang terkirim itu pun akan masuk tanpa suara walaupun sang penerima pesan tidak mengatifkan pilihan “Do Not Disturb”.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...