Ragam AgrariaMalam hari kabut asap menyengat masuk rumah warga Kumpeh Ulu

Malam hari kabut asap menyengat masuk rumah warga Kumpeh Ulu

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]asap dari kebakaran baru turun masuk rumah pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB[/et_pb_testimonial]

 

Jambi (Feed) – Api terlihat masih membakar lahan gambut di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Kamis atau hari ke-11 kebakaran di areal itu.

Warga desa setempat menyebut asap masuk rumah dan terasa menyengat pada malam hari mulai pukul 22.00 WIB.

“Sejak lima malam terakhir, asap dari kebakaran baru turun masuk rumah pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, kalau sudah pagi tidak ada. Mungkin karena pada malam hari tidak ada angin,” kata Zulkarnain, warga Desa Sipin Teluk Duren ditemui di lokasi kebakaran, Kamis.

Zulkarnain menyebut lahan gambut yang terbakar sebagian milik masyarakat dan warga berusaha agar api tidak merambat ke areal perkebunan perusahaan tempat mereka bekerja.

Lahan yang terbakar milik masyarakat itu tidak merambat ke lahan perusahaan karena ada kanal pembatas.

Pantauan di lapangan, Satgas Karhutla terdiri dari TNI, Polri, BPDB, Dishut, Manggala Agni dan masyarakat terus berupaya memadamkan api di lahan gambut tersebut baik melalui udara dan darat. Meski api padam, pendinginan tetap dilakukan mengingat jika di lahan gambut api membakar sampai ke bawah. Apalagi kedalaman gambut di daerah itu ada yang mencapai lima meter.

Baca juga  Susy Susanti dorong semua pemain tampil maksimal di China Open 2019

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, Nazir Foead juga terlihat memantau kebakaran di Desa Sipin Teluk Duren tersebut, bahkan ia juga ikut melakukan pendinginan dengan menyemprotkan air di lahan gambut yang terbakar.

“Dari laporan kawan-kawan, ini hari ke-11 masih terbakar. Tim Satgas masih fokus menggunakan air di sekat ini untuk memadamkan api sekitar 200 meter. Kemudian sudah aman mereka lebih ke dalam lagi maka, namun jauh dari kanal dan harus membuat sumber air baru,” katanya.

Dia menyebut lahan gambut yang terbakar belum masuk program BRG, namun dirinya memastikan lahan yang terbakar tahun depan akan masuk program untuk pemeliharaan agar tidak terjadi lagi kebakaran. Yakni dengan membuat titik-titik sumur bor agar jika ada api langsung dipadamkan.

“Kita tahun ini membantu membasahi. Ini emergency kita padamin dulu nanti untuk tahun depan BRG akan membuat program memulihkan tata gambutnya untuk membasahi seperti pembuatan sumur bor,” kata Nazir Foead.

Baca juga  Kunjungi Payakumbuh, Wiliam Wongso Berbagi Trik dengan IKM Randang

Sebelumnya Dansatgas Karhutla Jambi, Elphis Rudi mengatakan 36 hektare area yang terbakar di Desa Sipin Teluk Duren yang berbatasan dengan Desa Arang-Arang merupakan lahan masyarakat. Tim pemadam sudah berhasil memadamkan sekitar 29 hektare lahan yang terbakar.

“Kalau saya lihat ini memang ada unsur kesengajaan dalam membakar lahan,” katanya.

Elphis mengimbau seluruh warga dan pengelola perusahaan perkebunan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selama musim kemarau api sekecil apa pun dapat merambat dengan cepat.

Pewarta: Syarif Abdullah dan Dodi Saputra
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...