Ragam AgrariaSudah dicabut status tanggap darurat kebakaran Gunung Arjuno

Sudah dicabut status tanggap darurat kebakaran Gunung Arjuno

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]Penandatanganan pencabutan level tanggap darurat kebakaran Gunung Arjuno sudah dilakukan oleh Wali Kota Batu, api sudah padam[/et_pb_testimonial]

 

Kota Batu, Jawa Timur (Feed) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo selaku pengelola kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur, mengatakan bahwa status tanggap darurat kebakaran hutan di kawasan tersebut telah dicabut.

Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Asep Kusdinar mengatakan bahwa status pencabutan level tanggap darurat tersebut terhitung mulai 7 Agustus 2019.

“Penandatanganan pencabutan level tanggap darurat kebakaran Gunung Arjuno sudah dilakukan oleh Wali Kota Batu, api sudah padam,” katanya di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu.

Dalam penanganan kebakaran hutan di Gunung Arjuno tersebut, kata dia, telah diterjunkan satu unit helikopter water bombing atau pemadaman api dari udara. Upaya pemadaman api dari udara tersebut dilakukan selama kurang lebih selama dua hari, pada 3-4 Agustus 2019..

Baca juga  Penampilan Kotak tutup Jakarta Muharram Festival

Ia menambahkan, setelah pemadaman menggunakan helikopter water bombing tersebut dilakukan, tim pemadam darat menyisir titik-titik bara api yang tersisa. Ada beberapa titik api tersisa, namun berhasil dipadamkan oleh tim pemadam darat.

Saat ini, setelah status tanggap darurat dicabut, pilot, mekanik, dan helikopter yang membantu proses pemadaman hutan seluas 300 hektare tersebut ditarik ke Palembang, Sumatera Selatan untuk melakukan operasi water bombing di wilayah Sumatera.

“Api Gunung Arjuno sudah padam, namun untuk pendakian masih ditutup sampai dipastikan betul-betul aman,” kata Asep Kusdinar.

Kebakaran di Lereng Gunung Arjuno tersebut bermula pada Minggu (28/7). Saat awal kebakaran tersebut, berhasil dengan cepat ditangani oleh tim pemadam, dan pada Senin (29/7) telah berhasil dipadamkan.

Namun, akibat hembusan angin yang cukup kencang membuat bara api sisa kebakaran, kembali memunculkan api.

Baca juga  Ratna Riantiarno jadi ibu blak-blakan di sekuel "Love For Sale"

Dalam upaya pemadaman api di Gunung Arjuno, Tim Gabungan Pemadam terkendala medan yang cenderung curam dan mempersulit petugas untuk mencapai titik kebakaran. Medan cukup sulit dengan tingkat kemiringan lebih dari 60 derajat.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...