Ragam AgrariaLahan kritis di Teluk Wondama diperbaiki dengan penanaman mangrove

Lahan kritis di Teluk Wondama diperbaiki dengan penanaman mangrove

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]Kami telah menyiapkan sebanyak 15.000 bibit pohon mangrove yang akan ditanam pada sejumlah lokasi[/et_pb_testimonial]

 

Wasior, Teluk Wondama (Feed) – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, akan memperbaiki lahan kritis di wilayah pesisir dengan penananan bibit mangrove.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Teluk Wondama, Simon Samberi di Wasior, Rabu, menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 15.000 bibit pohon mangrove yang akan ditanam pada sejumlah lokasi.

Selain di daerah yang sudah dikategorikan kritis, kata dia, penanaman bibit mangrove yang akan dimulai dalam waktu dekat ini juga menyasar daerah destinasi wisata seperti di Distrik Roon. Itu dilakukan untuk mendukung pengembangan wisata bahari.

“Lokasi penanaman pertama di daerah Manopi, Distrik Wasior, kemudian Aisandami, Distrik Teluk Duairi dan Roon. Saya pastikan tiga lokasi itu bahwa mangrove bisa tumbuh dan bisa menjadi objek wisata juga kalau dikemas dengan baik,“ katanya.

Baca juga  Yevhen bawa PSS curi tiga poin di markas Bhayangkara FC

Alumni Fakultas Kehutanan ini menambahkan, dalam tahun 2019 ini pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 5.000 bibit tanaman kehutanan untuk reboisasi kawasan hutan dan lahan yang kritis.

Tanaman kehutanan yang disiapkan, katanya, terdiri atas pohom merbau (leguminosae) atau yang dikenal kayu besi, matoa (pometia pinnata) dan buah hitam yang merupakan tanaman endemik Wondama. Wilayah yang menjadi sasaran penanaman antara lain Distrik Windesi, Roon, Wasior dan Rasiei.

“Di Wondama dengan kondisi yang ada ini sudah tidak bisa (ditanam) dalam hamparan yang luas jadi kita buat spot-spot. Secara total cakupan lahannya sekitar 20 hektare, “ kata Soni — panggilan karib SImon Samberi — yang juga dikenal sebagai musisi lokal ini.

Dia menjelaskan, Teluk Wondama memiliki pengalaman kelam berupa banjir bandang yang terjadi pada tahun 2010 lalu. Selain menelan korban jiwa, benacana itu juga merusak sejumlah fasilitas umum lainya.

Baca juga  Transaksi narkoba libatkan kuli bangunan dan residivis

“Reboisasi ini sebagai bagian dari upaya menjaga alam. Keseimbangan ekologi dan ekosistem alam ini harus dijaga agar tidak menimbulkan bencana,” demikian Simon Samberi.

Pewarta: Toyiban
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...