Ragam AgrariaMerajut Asa Memupuk Harapan dengan Sagu

Merajut Asa Memupuk Harapan dengan Sagu

Dalam Rangka Kerja Sama Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manokwari dengan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat, pada hari Rabu 24 Juli 2019 dilakukan penanaman perdana oleh Tim “Sagu” yang terdiri dari Peneliti dan Teknisi BP2LHK Manokwari dan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Papua didaerah transmigrasi yaitu SP (Satuan Pemukiman) 11, Distrik Sidey, Manokwari – Papua Barat. Dalam kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Balai Litbang LHK Manokwari Yoyok Sigit Haryotomo dan Kepala Seksi DISPRA.

Kegiatan penanaman sagu ini sebenarnya merupakan program kerja dari Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat dengan menggandeng BP2LHK Manokwari sebagai penyedia informasi dan teknologi pengelolaan sagu dari hulu ke hilir. Selain itu kegiatan tersebut juga memiliki misi dalam rangka penyelamatan tanaman Sagu serta pengenalan budidaya sagu di masyarakat sekitar gunung panta belanga.

Baca juga  Menteri LHK: Penegakan Hukum LHK Perlu Dukungan Media

Kepala BP2LHK Manokwari juga menyempatkan diri untuk menanam sagu ditengah hujan deras dilokasi penanaman. Beliau sangat antusias dan menjadikan pengalaman pertama menanam pohon sagu yang selama ini belum pernah dilakukannya. “Sagu ini saya tanam untuk anak cucu kalian di kemudian hari” kata Yoyok Sigit Haryotomo kepada perwakilan masyarakat adat Sidey.

Dr. Batseba A Suripaty, S.Hut., M.Sc sebagai ketua tim penelitian dari BP2LHK Manokwari menyatakan bahwa “kegiatan ini merupakan langkah nyata wujud alih teknologi pengelolaan sagu dari BP2LHK Manokwari kepada masyarakat langsung, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat”.

Disela-sela kegiatan kerjasama alih teknologi tersebut, Kepala BP2LHK Manokwari juga menyempatkan diri untuk mengecek plot penelitian Sagu di Koyani yang sudah memasuki masa panen dengan usia sekitar 10 tahun. Plot Penelitian Sagu di Koyani ini sendiri dibangun sejak tahun 2009 dengan luas area sekitar 5 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 meter dengan jumlah tanaman sekitar 250 pohon yang siap memasuki masa panen. BP2LHK Manokwari hingga kini masih melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan diplot tersebut. Untuk kegiatan penelitian ditahun 2019 ini adalah “ Peningkatan Produktivitas Sagu”.

Baca juga  Berjibaku memadamkan kebakaran Gunung Sumbing

Yoyok Sigit Haryotomo, Kepala Balai Litbang LHK Manokwari mengatakan “saya akan selalu mendukung penuh kegiatan penelitian yang melibatkan masyarakat lokal setempat dan akan selalu mendedikasikan hasil penelitian untuk masyarakat Papua pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya ”.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...