Ragam AgrariaPerkembangan Teknologi Pengaruhi Kebiasaan Masyarakat

Perkembangan Teknologi Pengaruhi Kebiasaan Masyarakat

Jakarta – Perkembangan teknologi dapat mempengaruhi kebiasaan masyarakat. Demikian kata Rhenald Kasali saat memberikan materi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Hotel Shangri- La, Rabu (6/2).

Rhenald Kasali mencontohkan bahwa dengan perkembangan informasi, perbankan mulai banyak ditinggalkan. “Di Amerika Serikat berkembang FinTech,” kata Rhenald Kasali. Berkembangnya FinTech dapat menjaga informasi keuangan, karena lebih aman.

“Jika seseorang ingin mencuri, sangat sulit, karena dengan FinTech, keuangan seseorang dilindungi dengan data-data,” ujar Rhenald Kasali.

Dengan berkembangnya teknologi, dapat menciptakan pekerjaan baru, namun juga dapat membuat punah pekerjaan yang dilakukan secara konvensional. “Untuk menghindari hal tersebut, kita harus mulai beradaptasi terhadap teknologi digital,” kata Rhenald Kasali.

Lebih lanjut, Rhenald Kasali juga menjelaskan mengenai disruption. “Menurut Clayton Christensen, disruption adalah inovasi yang mengakibatkan cara-cara lama berakhir. Berdasarkan pendapat tersebut, orang yang memiliki disruption akan membuat sesuatu yang baru, sehingga yang lama akan ketinggalan relevansi serta zaman,” kata Rhenald Kasali.

Baca juga  Pemerintah Serius Berantas Mafia Tanah

Contoh paling sederhana adalah Gojek. Menurut Rhenald Kasali, pendiri Gojek, Nadiem Makarim, mendirikan Gojek didasari karena kesemrawutan usaha ojek. “Artinya Gojek berkembang atas permintaan dari masyarakat itu sendiri,” ujar Rhenald Kasali.

Fenomena berkembangnya Gojek memang diikuti dengan penggunaan teknologi yang pesat dalam kehidupan masyarakat sehingga dapat mengubah mindset setiap orang. “Mindset yang harus dimiliki pada abad ke-21 ini adalah eksplorasi yang serba baru, pola pikir bisnis , orkestrasi sumber daya, serta start up,” ujar Rhenald Kasali.

Rapat Kerja Nasional Kementerian. ATR/BPN dilaksanakan pada tanggal 6-8 Februari 2019, yang diikuti oleh Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. (RH).

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...