Hukum AgrariaTiga warga Malaysia dideportasi dari Aceh

Tiga warga Malaysia dideportasi dari Aceh

Banda Aceh ((Feed)) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Aceh, mendeportasi tiga warga Malaysia ke negara asal karena melakukan melakukan pelanggaran keimigrasian di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa Mirza Akbar yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu, ketiga warga negara Malaysia tersebut yakni Kamal Rozaman bin Mohd Roadi (37), Mohd Syariff bin Alias (50), dan Mailinda Harahap (43).

“Ketiganya dideportasi melalui Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (4/10). Ketiganya juga dicekal masuk Indonesia selama waktu tertentu,” kata Mirza Akbar.

Mirza Akbar menyebutkan Kamal Rozaman din Mohd Rosdi merupakan eks narapidana keimigrasian yang telah menjalani masa hukuman Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa.

Sebelumnya, Kamal Rozaman dihukum satu tahun dua bulan penjara dengan hukuman subsider satu bulan penjara karena masuk wilayah Republik Indonesia tanpa paspor dan tidak melalui tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Baca juga  Istri bunuh dan bakar jasad suami sempat ingin membeli senjata api

Kemudian, pihak lembaga pemasyarakatan menyerahkan Kamal Rozaman kepada imigrasi. Kamal Rozaman dikenakan Pasal 75 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian

“Selanjutnya, yang bersangkutan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendetensian hingga menunggu proses pemulangan ke negara asal,” kata Mirza Akbar.

Sedangkan suami istri Mohd Syariff dan Mailinda Harahap dideportasi karena memberikan keterangan yang tidak benar untuk memperoleh paspor Republik Indonesia atas nama anaknya.

“Pembuatan paspor diajukan ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa pada 27 September 2019. Suami istri tersebut dikenakan Pasal 126 juncto Pasal 75 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011,” pungkas Mirza Akbar.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

ADVOKAT KAI GELAR KONGRES DI SURABAYA, PENGACARA SENIOR MAJU JADI CALON PRESIDEN

AGRARIA.TODAY – Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Erman Umar, akan melaksanakan Kongres ke IV KAI pada tanggal 30 Mei s/d 31 Mei...

Komnas HAM Soroti Polisi Gunduli 9 Petani Tersangka Pengancaman Proyek IKN

AGRARIA.TODAY – Masalah krusial terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yakni sebanyak 9 orang ditangkap polisi buntut dugaan pengancaman terhadap proyek pembangunan Bandara...

MENTERI HUKUM DAN HAM YASONNA LAOLY MEMINTA TPDI TERUS MENYUARAKAN PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA KERUSUHAN MEI 1998

AGRARIA.TODAY – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, tadi sore, 31/1/2024, pukul 15.00 WIB menerima Perwakilan ADVOKAT-ADVOKAT TPDI dan PEREKAT NUSANTARA (Petrus...