Hukum AgrariaDemo mahasiswa, polisi tangkap tiga pedemo depan DPRD NTB

Demo mahasiswa, polisi tangkap tiga pedemo depan DPRD NTB

Mataram ((Feed)) – Sedikitnya ada tiga mahasiswa yang ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa depan Gedung DPRD NTB, ditangkap pihak kepolisian.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam yang ditemui Antara di depan Gedung DPRD NTB, Senin, membenarkan bahwa usai pembubaran paksa massa aksi, pihaknya telah menangkap sejumlah orang yang diantaranya mahasiswa.

“Iya ada beberapa yang memang diamankan. Namun itu juga hasil temuan lapangan,” kata H Alam.

Untuk selanjutnya, katanya, mahasiswa ataupun warga yang diamankan akan diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Jadi kita akan melakukan pemeriksaan dulu. Selanjutnya kita akan melakukan apa dari hasilnya (pemeriksaan),” ujarnya.

Dari pantauan Antara, ketiga mahasiswa tersebut ditangkap ketika pihak kepolisian membubarkan paksa aksi unjuk rasa yang telah melampaui batas waktu penyampaian pendapat dimuka umum hingga pukul 18.00 Wita.

Baca juga  Surat tak dibalas Kanwil Pajak Jakut lapor Komnas HAM

Terlihat salah satu di antara mahasiswa yang diamankan mengenakan almamater Biru Tua yang identik dengan milik Universitas Mataram.

Satu mahasiswa lagi yang mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna hitam dengan tulisan di belakangnya “Engineering”.

Sebelumnya Kapolres Mataram telah mengimbau massa aksi untuk membubarkan diri karena sudah melewati batas waktu dan telah mendapatkan semua keinginan dari tuntutan mereka.

Karena pedemo belum bubar maka pihak kepolisian yang telah membentuk formasi pengendali massanya mendorong mundur massa aksi yang berkumpul di depan Gedung DPRD NTB, tepatnya bagian Selatan Jalan Udayana, Kota Mataram.

Aksi pembubaran paksa itu sempat mendapatkan perlawan dari massa dengan cara melakukan pelemparan batu. Namun massa aksi yang tak kuasa membendung tekanan dari kepolisian, bergerak mundur hingga banyak yang bersembunyi ke dalam kawasan Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center.

Baca juga  Penahanan enam tersangka korupsi impor bawang putih diperpanjang

“Sebenarnya semua keinginan mahasiswa sudah terpenuhi, namun mereka masih mau bermalam disini, jadi kita melakukan dorongan, halau mereka untuk bubar agar aktivitas kembali berjalan lancar,” ujar H Alam.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

ADVOKAT KAI GELAR KONGRES DI SURABAYA, PENGACARA SENIOR MAJU JADI CALON PRESIDEN

AGRARIA.TODAY – Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Erman Umar, akan melaksanakan Kongres ke IV KAI pada tanggal 30 Mei s/d 31 Mei...

Komnas HAM Soroti Polisi Gunduli 9 Petani Tersangka Pengancaman Proyek IKN

AGRARIA.TODAY – Masalah krusial terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yakni sebanyak 9 orang ditangkap polisi buntut dugaan pengancaman terhadap proyek pembangunan Bandara...

MENTERI HUKUM DAN HAM YASONNA LAOLY MEMINTA TPDI TERUS MENYUARAKAN PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA KERUSUHAN MEI 1998

AGRARIA.TODAY – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, tadi sore, 31/1/2024, pukul 15.00 WIB menerima Perwakilan ADVOKAT-ADVOKAT TPDI dan PEREKAT NUSANTARA (Petrus...