Hukum AgrariaJaksa geledah DLH Kalteng terkait dugaan korupsi

Jaksa geledah DLH Kalteng terkait dugaan korupsi

Palangka Raya ((Feed)) – Kejaksaan Negeri Palangka Raya melalui tim penyidik melakukan penggeledahan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah terkait dugaan tindak pidana korupsi pembasahan lahan gambut yang dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui DLH.

“Kami telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi, yakni Kantor DLH Kalteng, Kantor Kelurahan Bukit Tunggal dan Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) atau di kantor BRG Palangka Raya,” kata Kasi Intel Kejari Palangka Raya Mahdi Suryanto di Palangka Raya, Jumat.

Usai penggeledahan, kejaksaan melanjutkan dengan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan infrastruktur untuk pembahasan lahan gambut, berupa laporan pertanggungjawaban, keuangan maupun regulasi yang berlaku.

Kemudian pihaknya juga menyita dua unit handphone milik PPK, kelengkapan mesin bor seperti pompa air dan pompa mesin untuk pembuatan sumur bor, selang hingga alat untuk penyiraman.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam penyidikan, masih mencari alat bukti untuk menentukan siapa yang menjadi tersangkanya. Saat ini penyidikan yang pihaknya lakukan masih bersifat umum.

Baca juga  Kebakaran pipa minyak Pertamina di Cimahi, Puslabfor olah TKP

“Peristiwa pidana telah kami temukan, bukti permulaan yang cukup telah ditemukan, tetapi kami belum memutuskan tersangkanya setelah pendalaman penyidikan,” ungkapnya.

Kemudian untuk penyidikan pihaknya baru memeriksa dua orang, tetapi hal ini merupakan kelanjutan dari operasi penyelidikan. Penyidikan baru terbit surat perintah pada 17 September 2019.

Terindikasi sumur bor pada 2018 untuk Kalteng, yakni sekitar 3.225 titik. Untuk di Palangka Raya 225 sumur bor beserta kelengkapannya. Nilai satu titik pembuatan sumur bor diperkirakan sekitar Rp3,5 juta.

“Ini kami pendalaman untuk Palangka Raya terlebih dulu, kemudian akan dilanjutkan di Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan hingga Katingan. Di tempat-tempat yang memang ada pembangunan sumur bor tersebut,” jelasnya.

Ia memaparkan, ada dugaan sumur bor fiktif. Namun satu hal yang terpenting adalah saat ini kabut asap di Palangka Raya tebal akibat lahan-lahan terbakar yang seharusnya, telah dibangun sumur bor untuk pembahasan.

Baca juga  Papua Terkini- Pelaku perusakan di Oksibil ditangkap

“Kalau pun hujan tidak turun selama tujuh hari harusnya dilakukan pembahasan, tetapi ini modusnya setelah selesai dibangun hingga saat ini tidak pernah difungsikan,” terangnya.

Sumur bor ini dibangun menggunakan anggaran yang berasal dari APBN anggaran dari BRG pusat, melalui KLHK dan turun ke DLH Kalteng.

Untuk keseluruhan kegiatan pembangunan infrastruktur tersebut, yakni sekitar Rp84 miliar pada 2018 dan Rp41 miliar pada 2019. Tetapi ini terdiri dari beberapa item yang diantaranya adalah sumur bor.

“Selanjutnya kami akan melakukan inventarisasi dokumen barang bukti yang telah digeledah dan disita. Kemudian melakukan pemanggilan saksi-saksi, juga akan segera mencari minimal dua alat bukti guna menentukan tersangkanya,” ungkapnya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

ADVOKAT KAI GELAR KONGRES DI SURABAYA, PENGACARA SENIOR MAJU JADI CALON PRESIDEN

AGRARIA.TODAY – Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Erman Umar, akan melaksanakan Kongres ke IV KAI pada tanggal 30 Mei s/d 31 Mei...

Komnas HAM Soroti Polisi Gunduli 9 Petani Tersangka Pengancaman Proyek IKN

AGRARIA.TODAY – Masalah krusial terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yakni sebanyak 9 orang ditangkap polisi buntut dugaan pengancaman terhadap proyek pembangunan Bandara...

MENTERI HUKUM DAN HAM YASONNA LAOLY MEMINTA TPDI TERUS MENYUARAKAN PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA KERUSUHAN MEI 1998

AGRARIA.TODAY – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, tadi sore, 31/1/2024, pukul 15.00 WIB menerima Perwakilan ADVOKAT-ADVOKAT TPDI dan PEREKAT NUSANTARA (Petrus...