Hukum AgrariaKPK sosialisasi pencegahan korupsi bagi dunia usaha di NTT

KPK sosialisasi pencegahan korupsi bagi dunia usaha di NTT

Untuk itu sosialisasi ini sebagai bagian penting dari upaya pencegahan praktik korupsi yang melibatkan para pelaku usaha.

Kupang ((Feed)) – Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan dari Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) melakukan sosialisasi tentang pencegahan korupsi bagi dunia usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Kantor Gubernur NTT di Kota Kupang, Kamis.

“Sosialisasi ini untuk memberdayakan atau memacu, khususnya sektor swasta berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama mencegah korupsi,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suanda, dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan pelaku tindak pidana kasus korupsi yang ditangani KPK sejak 2005, tercatat didominasi pihak swasta.

Jumlah pelaku korupsi dari kelompok profesi swasta yang menjadi tersangka di KPK maupun diproses hingga terpidana hingga Juli 2019 mencapai 264 orang.

Baca juga  Lille raih kemenangan, Lyon ditahan imbang dalam Ligue 1

“Ini bisa dipahami karena sebagian besar kasus korupsi yang ditangani KPK berupa tindak pidana korupsi dalam kategori suap,” katanya.

Dalam konteks penerima suap tentu adalah penyelenggara negara atau penegak hukum, sedangkan pemberi sebagian besar di sektor swasta.

 

KPK petakan potensi tindak pidana korupsi keluhan pengusaha

Menurut Rahmat, kondisi ini menunjukkan bahwa harus ada upaya yang lebih serius lagi untuk mengajak kalangan dunia usaha agar terhindar dari praktik korupsi.

“Untuk itu sosialisasi ini sebagai bagian penting dari upaya pencegahan praktik korupsi yang melibatkan para pelaku usaha,” katanya.

Turut hadir sebagai nara sumber dalam sosialisasi tersebut, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Ketua Harian Kadin NTT Theo Widodo, Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) NTT Frits Angi.

Sosialisasi tersebut melibatkan ratusan peserta di antaranya unsur pemerintah daerah, pimpinan asosiasi pengusaha, serta para pengusaha di daerah.*

Baca juga  Polisi bekuk tiga pelaku pembunuhan berencana di Indramayu

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

ADVOKAT KAI GELAR KONGRES DI SURABAYA, PENGACARA SENIOR MAJU JADI CALON PRESIDEN

AGRARIA.TODAY – Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Erman Umar, akan melaksanakan Kongres ke IV KAI pada tanggal 30 Mei s/d 31 Mei...

Komnas HAM Soroti Polisi Gunduli 9 Petani Tersangka Pengancaman Proyek IKN

AGRARIA.TODAY – Masalah krusial terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yakni sebanyak 9 orang ditangkap polisi buntut dugaan pengancaman terhadap proyek pembangunan Bandara...

MENTERI HUKUM DAN HAM YASONNA LAOLY MEMINTA TPDI TERUS MENYUARAKAN PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA KERUSUHAN MEI 1998

AGRARIA.TODAY – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, tadi sore, 31/1/2024, pukul 15.00 WIB menerima Perwakilan ADVOKAT-ADVOKAT TPDI dan PEREKAT NUSANTARA (Petrus...